Posted by: Hartoto | 11/02/2013

Geliat Tanah Abang di Bulan November

Judul dipostingan ini saya pilih bukan karena terjadi fluktuasi pasar di bulan November ataupun menjelang event tahunan seperti menyambut lebaran  atau moment akhir tahun. Tetapi lebih karena saya kebetulan datang kesana di bulan November, tepatnya 2 November 2013. Tanah abang dari sisi penataan memang sudah lebih rapi daripada yang dulu. Itu juga yang disampaikan abang sopir taksi yang kami sewa. Pedagang kaki lima sdh sedikit terlihat. Sisi pintu timur dan utama masih ada ditemukan pedagang asongan dan pengemis anak-anak. Masuk sekilas seperti pasar butung di Makassar. Namun disini penjual di cluster berdasarkan jenis barang yang dijualnya. Misalnya ada lantai khusus untuk pakaian muslim, fashion dewasa, sport, dan lainnya. Ini sangat memudahkan bagi pengunjung pemula bagi saya. Luasnya tanah abang dengan banyak penjual semakin menguatkan saya bahwa rezeki memang Allah sudah atur.

Barang-barang yang dijual harganya hampir stengah dari harga di Makassar. Untuk ukuran kaos standar bisa sampai 20 ribu rupiah. Itu edisi tidak nawar ya, kalau yang pintar nawar pastinya lebih rendah lagi. Penjual disini tidak terlalu ambisius dalam menawarkan barang dagangannya, tidak sampai mengejar pembeli. Strategi tinggalkan penjualpun saya gunakan tidak berfungsi untuk menawar. Saya dapatnya hanya berkurang rata-rata 20 ribuan dari harga semula.

Terkait dengan usaha tekstil dan garmen, saya jadi teringat statement pak deputi pengembangan usaha kementerian koperasi dan KUMKN bahwa usaha garmen tang seribg dikatakan sunset itu tidak sepenuhnya benar, karena orang selalu akan ganti baju dan terbukti indonesia kini malah lebih banyak mengeksport keluar negeri daripada tahun-tahun sebelumnya.

Menurut hemat saya, ditengah persaingan yang kian berat. Pedagang-pedagang di tanah abang perlu menggunakan instrument IT untuk bersaing. Mereka sebaiknya memiliki toko online dan melayani pengiriman ke luar. Untuk itu, pengelola akan menyiapkan jasa kurir barang seperti TIKI di lantai 1. Dengan demikian market mereka menjadi lebih luas dan prosesnya mudah. Di bagian deoan juga disiapkan papan informasi mengenai lokasi tenan yang ada. Kalau dari sisi keamanan sudah cukup OK. Demikian sekilas hasil jokka-jokka saya ke tanah abang. Melaporkan langsung dari tol (ndak tahu namanya, pokonya yang ke arah bandara).


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: