Posted by: Hartoto | 09/05/2012

Kalah di Malam Kemenangan

Menelusuri jalan yang kini telah beraspal hingga ke jantung desa. Saya teringat 15 tahun lalu, di tempat yang sama di moment yang sama. Saya bersama teman sebaya dan warga keliling kampung membawa obor sambil mengumandangkan takbir bersama. Pemandangan itu kini sudah tidak bisa lagi ditemukan lagi. Yang terjadi sekarang adalah iringan-iringan motor dengan suara keras keliling kampung, kembang api yang meletus dimana-mana. Memang kelihatan lebih ramai, tapi kalau ditelisik lebih jauh. Kita malah kehilangan esensi takbiran.

Kok bisa…?

  • Dengan mengendarai motor, tidak mungkin kita sambil melafaskan takbir
  • Rombongan sering ugal-ugalan
  • Seandainya malam takbiran ini ada tuntunannya dalam syariat, inipun bukan dari budaya islam. Bukan begini caranya kita meluapkan wujud kesyukuran atas kemenangan kita menuntaskan puasa…

Ini adalah kekalahan pertama di malam kemenangan. Inilah catatan saya di malam lebaran sebagai orang awam yang masih harus banyak belajar.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: