Posted by: Hartoto | 03/03/2012

Kapurung vs Pappeda

Dua hari berturut-turut Allah mengizinkan saya untuk menikmati makanan etnik yang berasal dari sagu. Satunya dinamakan pappeda, asalnya dari Irian dan satunya lagi dinamakan kapurung, asalnya dari Luwu. Dari sisi penyajian dan racikan bumbu, sepertinya sama saja. Adapun variasi-variasinya itu hal yang biasa kalau berbeda.

Undangan makan pappeda ini dari sahabat-sahabat mahasiswa PPGT kelas PGSD, sementara undangan makan kapurungnya dari mahasiswa TP 010. Suasana makan berlangsung hikmad. Istilahnya: gerakan senyap, tepat, cepat…. Namun postingan kali ini saya lebih akan menguraikan soal contentnya. Ditilik dari komposisi bahannya yakni sayuran hijau (kangkung, bayam, kacang panjang), ikan dan udang, kacang dan cara pengolahannya yang direbus. Jelas makanan khas ini banyak mengandung gizi… (bahasa awam, detil-detilnya ndak mudeng). Mungkin ada sahabat disana yang bisa jelaskan. Kalau dari sisi rasa. Luar biasa… nendang.

Untuk menikmati hidangan ini. untuk berbayarnya ya…. bisa kita dapatkan di aroma luwu. Setahu saya ada di jalan sultan alauddin, di pettarani, di dekat-dekat mtc. Kemarin saya lihat juga di sekitar pantai losari. Relatif mudah dan murah. Tapi untuk rasa, masih lebih enak buatan tangan sendiri🙂


Responses

  1. apa sih itu mas :))
    disini susah cri sagu..
    gbsa praktekkin deh >.<


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: