Posted by: Hartoto | 02/17/2012

Kecintai Engkau karena Allah

Adalah fitrah bagi setiap manusia untuk mencintai. Namun ada hal yang jarang diperhatikan oleh kita sebagai kaum nabi Muhammad, rasul kita mengajarkan  tentang bagaimana cara mencitai dengan benar. Pada dasarnya cinta memiliki tingkatan-tingkatan dan kadar cinta sesorang tergantung pada sejauhmana dia menyandarkan cintanya pada Allah.

Saya tidak fasih terhadap lafal dasar hukumnya, maklum ngajinya bolos-bolos. Tapi yang saya pahami kita harus menjadikan Allah sebagai sumber cinta. Kalau kita mencintai orang tua kita, itu wajar karena kita merupakan anaknya. Tapi itu belum bernilai ibadah lho. Dia baru bernilai ibadah ketika niatnya, sumber cintanya itu dari Allah.

kucintai engkau wahai ibu dan ayahku karena kecintaanku pada Tuhanku. Kucintai engkau wahai saudaraku kerna kecintaanku pada Tuhanku, dan kucintai engkau karena Allah

Kecintaan yang seperti ini akan mendekatkan diri kita pada Allah. Bukannya kita cenderung menyukai apa yang disukai orang yang kita cintai? Kalau orang itu suka warna putih, tentunya kita akan berusaha memberikannya sesuatu yang berwarna putih, kita menggunakan juga warna putih. Kalau dia benci ke Mall (misalnya), tentunya kita tidak akan mengajaknya jalan ke mall bukan karena kalau iya, itu akan membuatnya tidak mood. Begitu juga dengan cinta kita pada Allah, Jika kita benar cinta karena Allah, tentunya kita akan cenderung melakukan apa yang Allah perintahkan dan menjadi apa yang Allah inginkan. Bukan malah kecintaan kita pada sesuatu menjadikan kita jauh pada Allah.

Allah memerintahkan kepada kita untuk mencintai sesama mahluk, maka berlakulah demikian. Gunakan cara-cara yang Allah perintahkan sehingga benar-benar tidak keluar dari jalur yang ditetapkan.

Benci dan Cinta Karena Allah adalah Ibadah

Dasarnya adalah hadits dari Anas radhiallaahu ‘anhu, dari Nabi Shallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ada tiga hal yang barang siapa ada pada (diri)nya, maka ia dapat menemukan manisnya iman, (1) siapa yang Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari pada yang selain keduanya, (2) dan ia mencintai temannya tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, (3) dan ia benci kembali ke dalam kekufuran setelah Allah menyelamatkannya  sebagaimana ia benci dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Al-Bukhary no. 15 cet. lain no. 16, dan Muslim Rahimahumallaah no. 60 cet. lain no. 43

Baiklah…

Mulai hari ini kita mulai mempertanyakan apakah cinta kita terhadap sesuatu didasari cinta kita pada Allah. Jika tidak, marilah kita memulainya dengan sungguh-sunggu. Dan derajat amalan kita itu juga dipengaruhi oleh pengetahuan agama kita. jadi… mari kita belajar agama lebih giat lagi… Insya Allah

(tulisan ini belum selesai, ternyata ada jadwal konferensi persku di Black Canyon Mall Ratu Indah untuk Enterpreneur Summit 2012)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: