Posted by: Hartoto | 02/14/2012

.. dari Malang

Setiap kali kunjungan ke batu menyisahkan kisah yang sangat mengesankan. Ini merupakan kunjungan ke-3 saya seumur hidup: Kunjungan pertama ketika saya masih umur 5 tahun. Ini menjadi istimewa karena disitulah saya sebagai orang berdarah jawa menjejakkan kaki ke tanah kelahiran. Istilahnya resmi sebagai orang jawa. Yah, masih sangat kecil. Yang saya ingat hanya disana hanya cuaca yang dingin sekali, curi petik buah apel. Tapi saya terkesan hingga saat ini.

Kunjungan kedua pada 2008. Saat itu liburan lebaran. Saya kembali kesana dengan keluarga. Sempat jalan-jalan ke selecta, petik apel dan strawbery. Sisanya bermain dengan sepupu-sepupu yang lucu-lucu. Terutama dinda yang logatnya seperti putri keraton. Sisanya kurang berkesan.

Kunjungan ketiga yah kemaren, 10-13 Februari 2012 dalam rangka mengikuti training MHMMD : Mengelola Hidup dan Merencanakan Masa Depan yang dihadiri langsung oleh bunda Marwah Daud Ibrahim. Dan ini sekarang yang akan saya share. Pelatihan berlangsung seru, mengasyikkan, dan bermakna. Ini langsung saya terapkan supaya tidak menguap. Sebenarnya saya pernah membaca dan mempraktekkan konsep MHMMD pada 2004. Namun itu hanya berlangsung hingga tahun 2009. Karena kurang telaten, saya tidak lanjutkan. Dan sepertinya sejak saat itu skenario hidup saya mulai tidak teratur.. Pola makan, rencana-rencana hidup, dan kehidupan bermasyarakat.

Peserta yang ikut di angkatan 13 ini adalah: Andi Fajar Asti (Kak Fajar), Andi Hasdiansyah (Ancha), Chairina Kusumaningrum (Chai), Dennis Wahyuddin (Dennis), Djoko Subagyo (Pak Joko), Evira Dianawati (Mbak Vira), Florencia Sanchia (Mbak Floren), Henri Setiawan Hapil (Henri), I Putu Alit Winata (Pak Alit), Iswanto (Pas Iswan), Luh KM Ari Ayu Ningrum (Mbak Ningrum), Maqdisi Firdaus Ali (Dek Firda), M. Haedar Umar KL (Bang Haedar), Nadiyah Ramadhanti (dek Nadia), Nur Fatchiyah (Tia), Nur Rahmi Hasyim (Mbak Rahmi), Nurul Qamariyah (Ririn), Purwatiningsih (Mbak Ipunk), Rizka Aulia Rahma (Rizka), Sujiono Eko W (Pak Eko), Tanto Prihadi (Pak Tanto). Panitia: Isti, Hanifa, Amir, Angga, Ferdi, Fai dan didampingi oleh Bunda Marwah, Abi Andra, dan  Mbak Dyah.

Ke Jombang I

Saya sempat ke rumah mae Gie, meski sangat singkat tapi sudah bisa mewakili rindu karena lama tidak ketemu. Eh bisa ketemu lagi dengan sepupu-sepupu saya yang sekarang sudah pada besar. Yeyen ternyata sudah kelas 2 SMA dan dinda masuk kelas 2 SD. Titus kakak pertamanya malah sudah kerja.

Untuk isi pelatihan tidak saya ceritakan dengan detil mungkin lain kali saja karena saya lebih tertarik menceritakan yang lain.

Setelah selesai acara, kami lansung menuju malang. Karena sesuatu hal, kami tidak jadi ikut rombongan bang haerdar. Kebetulan ada ibu Sri Rahayu yang mengantar kami sampai ke malang (belum ke tempat tujuan), ternyata Kamera dan Jas kak Fajar tertinggal di tempat pelatihan. Jadi kami menunggu di pom bensin hingga 1 jam sambil menunggu hujan reda. Setelah hujan agak reda, kami keluar dari tempat persembunyian (mushalla pertamina) dan memesan bakso dorong untuk mengganjal perut.

Macet dan banjir membuat perjalanan menjadi lama, tujuan kami adalah ke jombang 1, rumah kontrakan kanda Umar Ibsal dan kak Yasser. Kami disambut hangat sebagai saudara seperantauan. Sampai di rumahnya cerita-cerita, istirahat dan malamnya kami jalan ke MATOS untuk makan malam

Wisata Kampus

Kami berencana untuk keliling kampus. Target kami adalah UM, UNIBRAW, DAN UMM. Alhamdulillah kami ketemu sahaat MHMMD yakni Rizka dan Chay. Mereka berdualah yang akhirnya mengajak kami keliling. Kami diantar keliling UM, UNIBRAW, UMM kemudian makan bakso di Bakso Bakar Kapten Trip. Setelah itu shalat duhur, lalu ke SOAK NGALAM lalu ke ki Jangaran. Akhir keliling kami diantarkan ke pusat oleh-oleh malang Pia Cap Mangkok. Disitu terkumpul 4 dos oleh-oleh. Rizka dan Chai begitu sabar mengantarkan kami yang terkadang tidak jelas mau kemana…… hingga sore. Mereka begitu baik, padahal kami baru kenal 3 hari lalu. Sungguh Allah Maha Besar dan semoga Allah membalas budi mereka.

Oh iya, saya dapat pelajaran menarik dari hasil berkeliling Indonesia beberapa tahun terakhir. Jika kita berpikiran positif dan yakin pada-Nya, selalu saja ada jalan. Ada saja manusia-manusia mulia yang tergerak hatinya untuk saling berbagi dan menolong. Alhamdulillah di malang saya dapat sahabat baru lagi…

Foto yang ditampilkan adalah foto yang gambarnya tidak bernyawa dan ternyata hanya dapat 3. Oh iya, ada 1 nama lagi yang saya tidak lupa. Bang HAEDAR, tokoh sentral di pelatihan MHMMD. Beliau orangnya menarik, cerdas, lucu, dan rada aneh. Saya juga baru kenal beliau, namun dengan latar belakang background daerah yang sama, kami langsung akrab.

yang lain

Ada sesuatu yang mengganjal dalam diri saya pasca kepulangan dari Malang. Saya begitu nyaman mendengar aksen jawa yang begitu halus, lembut, dan santun. Ini sepertinya panggilan hati. Sebagai seseorang berdarah jawa [solo asli], saya sudah lama tidak mendengar intonasi yang seperti itu merdunya. Sangat menenangkan hati. Saya jadi teringat ma’ Gie, ma’ CC, Yeni, Dinda, mbah buyut, dan semua keluarga di Solo… begitu juga. Perjalanan ke malang begitu mengesankan…


Responses

  1. main sini lagi mas !!😀

    • @Rizka. Insya Allah, sudah diniatkan kok🙂

      • sipppp..
        :DD

      • Insya Allah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: