Posted by: Hartoto | 01/02/2012

Nilai Pengantar Pendidikan

Refleksi Perkuliahan:

Dalam perkuliahan Pengantar pendidikan saya mengupayakan menerapkan konsep pembelajaran aktif (active learning) dan inquiry. Tugas-tugas yang agak padat diarahkan untuk meningkatkan kemandirian dan kejujuran. Namun demikian ada beberapa catatan yang saya garisbawahi:

  1. Mahasiswa miskin referensi. Kebanyakan hanya menggunakan 1 buku (itupun buku yang teorinya sudah banyak yang tidak relevan). Kalaupun menggunakan literatur dari internet, tidak cermat memilih karena sebagian diambil dari blog yang tidak dapat dijamin pertanggungjawaban ilmiahnya. kadang malah nyasar ke blog saya🙂, padahal kalaupun itu dimasukkan, sudah pasti dapat C sebab tulisan itu saya buat tahun 2006 (6 tahun lalu) dan kualitasnya rendah…..
  2. Saya tahu bahwa untuk menghasilkan tugas itu mahasiswa melakukan pengorbanan, harus pergi ke warnet, keluar uang, kehujanan, jenuh, dll. Belum lagi kalau tugas saya kembalikan dan hasilnya masih juga kurang memuaskan, jadi harus mengulang lagi. Namun demikian, percayalah, tidak ada niat saya untuk mempersulit kalian. Tugas yang kalian kerjakan itu untuk memperkaya pengetahuan kalian, memupuk kemandirian belajar kalian dan terutama kejujuran kalian. Sangat disayangkan masih ada beberapa diantara kalian yang copy paste pekerjaan temannya. Ini kebaikan salah ruang dan waktu. Sementara saya tidak pernah mentolerir kalau ada yang kedapatan menyontek. Kalian mungkin bisa membohongi saya, tapi sebenarnya kalian membohongi diri sendiri. Ilmu itu sesuatu yang mulia dan hanya bisa didapatkan dengan cara-cara yang mulia. Salah satu inidikasi bahwa cara mendapatkan ilmu kurang benar adalah kalian tidak merasakan manfaat dari ilmu yang kalian dapat, orang lain juga tidak merasakan maanfaat dari ilmu yang kalian miliki, dan kalian tidak menjadi tenang dengan ilmu itu. he.he.he terlalu filsuf ya….🙂 intinya jujur dek…. dan semangat. Saya tahu kemampuan kalian beda-beda. ada yang mungkin cepat tanggap dan ada yang sedikit loading. Tapi saya sangat senang sekali jika kalian antusias terhadap perkuliahan. Biar dndak menger-menger tapi kalian berusaha terus untuk tahu. Tanya temanlah, cari refernsilah, aktif di kelas lah. Kalau dapat nilai kurang memuaskan, kalian berusaha memperbaiki sampai titik darah penghabiskan. Bukannya saya beri kesempatan toh… bukan malah putus asa dan trima nilai yang sebenarnya tidak kalian harapkan.
  3. Kebanyakan tulisan itu belum dipahami. Jadi sebenarnya kalian (dianataranya) tidak menegerti apa yang kalian tulis. Bahkan kadang tidak nyambung topik dengan isi topiknya…. Saran saya lain kali baca dulu, pahami, terus diringkas. Gunakan juga sumber-sumber lain yang relevan. Jangan sekali-kali pake sumber yang expire. Misalnya saja sisdiknas, masa dasarnya uu dbawah tahun 80an. Kalian saja belum lahirkan…..
  4. Kualitas diskusi mantap. semangad
  5. Final…. nah cek sendiri, siapa yang lihat teman atau diskusi. Ternyata kalian tidak tahan godaaan. Ini kalian baru dikasih kesempatan kecil, jadi hanya nyontek. Bgaimana suatu saat kelak kalau ada kesempatan besar. Mungkin akan lebih parah. bang napi bilang “Kejahatan tidak hanya terjadi karena ada niat dari pelakunya, tapi kaerna ada kesempatan. Waspadalah-waspadalah”. Yang merasa tidak nyontek atau kerjasama dan saya kasih error. silahkan komplain.  Saya ingat experimen Marshmallow yang terkenal pada 1960-an, dilakukan oleh seorang psikolog terkenal dari Yale University, Walter Mischel, caranya adalah dengan menaruh beberapa orang anak di dalam ruangan eksperimen.Saat itu, berkotak-kotak marshmallow (sejenis permen) ditaruh di depan mereka. Anak-anak ini dijanjikan akan diberikan marsmallow yang lebih banyak kalau mereka bisa menahan dirinya. Setelah itu, anak tersebut pun ditinggal. Lantas, tanpa sepetahuan mereka, mereka pun mulai diawasi. Ternyata, ada beberapa anak yang tidak sanggup menahan diri untuk langsung memakan masrhmallow di depan mereka. Ada pula beberapa anak yang sanggup untuk menahan dirinya. Akhirnya, anak yang bisa menahan diripun mendapatkan marsmallow yang lebih banyak.Namun, penelitian tersebut tidak hanya berakhir di situ. Anak-anak yang ikut dalam eksperimen ini pun kemudian terus diikuti perkembangan mereka hingga 14 tahun kemudian. Ternyata, ketika memasuki usia dewasa, terdapat perbedaan besar di antara mereka dalam hal studi dan karier mereka. Anak-anak yang sanggup menahan diri mereka, ternyata lebih berhasil dalam studi mereka, dibandingkan dengan anak yang tidak sanggup menahan diri mereka. Bahkan, anak-anak yang sanggup menunda kesenangannya, skor nilai tes SAT (sejenis ujian tertulis) mereka lebih tinggi sekitar 210 poin.

Nilai akhir: Cek disini

Oh iya, kalian bisa ekseperimen sendiri kalau setiap komponen itemnya dirubah, itu akan berpengaruh di nilai akhir. Jadi cek sendiri dan perbaiki nilai kalian…. Masa tidak bisa dapat A….

Ini komentarku… bagaimana komentarmu ???


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: