Posted by: Hartoto | 07/20/2010

H-1 Pimnas

Saya berangkat pukul 6.40 menit WITA setelah sebelumnya begadang untuk membuat presentasi pimnas. Meskipun dengan mata yang tinggal beberapa wat, saya menyempatkan diri untuk mandi meski presentasi baru di latar belakang. Jurus  andalan the power of kepepet terpaksa saya keluarkan. Mau di apa, sampai hari terakhirpun keberangkatan kami belum jelas sehingga saya harus mengurus dan memastikannya. Ini yang membuat konsentrasi saya dalam merevisi laporan dan membuat presentasi sangat terhambat.

Tidak ada alasan untuk terlambat. Meski begadang, saya masih dapat tiba sebelum jam 7. Dimana sesuai kesepakatan sebelumnya kami diminta untuk berkumpul paling lambat jam 7. Namun ternyata, masih banyak teman-teman finalis yang lambat. Saya dan teman-teman yang berusaha menghargai waktu lagi-lagi harus diganjar dengan rasa bosan menunggu. Entah apa yang mereka pikirkan, jam 7 disuruh kumpul ternyata baru berangkat. Namun saya tidak mau ambil pusing, justru kesempatan itu saya gunakan untuk melanjutkan membuat presentasi bahkan di sepanjang perjalanan hingga tiba di bandara, saya masih saja sibuk dengan frame-frame yang akan ditampilkan di pimnas.

Cek out berlangsung lancar meskipun agak terlambat. Lagi-lagi terlambat. Namun hal yang sedikit menggelikan adalah bagi rekan-rekan saya yang baru pengalaman pertamanya. Kelihatan sekali. Setelah 1 jam 15 menit kami tiba di bandara ngurah rai. Sayup-sayup kedengaran musik bali. Jadi ingat kampoeng.

Dari bandara kami menuju Universitas Mahasaraswati. Di sepanjang jalan, saya masih saja sibuk menyusun slide presentasi. Presentasi akhirnya selesai tepat pada saat kami memasuki wilayah kampus. Menurut panitia lokal, kami harus registrasi dulu. Akhirnya kami antre registrasi hingga sekitar pukul 03.00 WITA. Lumayan lama, karena masih dilakukan secara manual. Ternyata sistem online yang dulu kurang begitu dimanfaatkan. Ditambah lagi dengan jumlah operator yang stanby sangat sedikit. Luar biasa tidak teraturnya.

Setelah berhasil mendapatkan kelas presentasi. Akhirnya dengan dibantu dengan LO, kami diantar menuju Hotel Aget Jaya. Namun Irfan, Udin, dan Farid masih stanby di Mahasaraswati karena masih teknikal meeting dan pasang poster. Kasihan, mereka pulang sore sekali, belum makan lagi. Eh.. makan pertama kami ternyata lumayan, karena di depan hotel itu ada warung muslim. Di bali lumayan susah cari warung yang dijamin halal. Jadi tandanya cuma tulisan Assalamualaikum dan warung muslim di depan pintunya.

Wecome Party

Pukul sekitar 06.00 kami diarahkan menuju Art Center. Tempat teater yang sangat indah dengan ornamen khas Bali. Disana banyak warna, tapi paling terang adalah almamater  orange – Universitas Negeri Makassar. Acara welcome party diawali dengan menyajikan tarian-tarian Bali. Turut memberikan sambutan gubernur Bali yang gayanya mirip Bapak Syahrul Yasin Limpo. Selesai pembukaan, kami dipersilahkan untuk menikmati hidangan makan malam.

Hal yang membuat saya semangat adalah turut hadirnya seluruh PD3 UNM yang didampingi oleh Bapak Pembantu Rektor bidang kemahasiswaan. Barusan para pejabat ini dapat hadir utuh dalam pertemuan diluar kota. Sebelum pulang, saya sempat cerita-cerita dengan komandan polisi yang jaga keamanan lokasi. Banyak hal yang kami cerita, terutama terkait gerak tambahan mahasiswa makassar. Kami pulang dengan perasaan bahagia.

Sesampainya di penginapan, kami tidak langsung tidur. Saya arahkan anak-anak untuk latihan presentasi. Tidak terasa, kami latihan hingga pukul 01.30 malam. Kami menikmati malam pertama di Bali dengan perasaan  senang.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: