Posted by: Hartoto | 05/19/2010

Untuk Sebuah Nama (sebuah penyadaran)

Kembali kutulis blog ini dengan sebuah kesadaran baru, bersama gegap gempita kota yang terkadang menghanyutkan jiwa. Hiruk pikuk yang membuatku semakin merasa sepi. Aduhai betapa lalainya aku ini… diriku telah mengikis diriku, bahkan kadang ku tak merasakan dimana diriku.

Ya Allah… betapa ruginya diri ini, yang telah menyia-nyiakan semua anugerahmu. Jiwa yang dengan lancangnya menginginkan kelembutan, sementara kelembutan jauh darinya. Yang lancang menginginkan kesucian sementara kesucian itu jauh darinya. Yang lancang menginginkan kedamaian, sementara dunia menyibukkan dirinya.

Ya Allah, Zat Yang Maha Suci, kutulis ini dengan penuh kebimbangan dimana aku bisa merasakan betapa selama ini aku kehilangan jiwaku. Aku ingin kembali merasakan tenangnya mendengar ayat-ayat kedamaian di relung-relung jiwaku. Aku ingin kembali bersama kitab-kitabmu, dalam majelis ilmu yang menjadi embun kehidupanku. Aku ingin kembali merasakan kedamaian yang mulai direnggut dariku.

Ya Allah…

Kembali kuberanikan diri mencari jiwa itu, yang dengan lembutnya memancarkan keanggunan atas dasar kecintaannya kepada-Mu. Yang  lisannya benar-benar terjaga dari ghibah dan tidak keluar daripadanya kecuali sesuatu yang bermanfaat. Yang telinganya hanya disibukkan mendengar ayat-ayat kehidupan-Mu yang agung. Yang hatinya sepenuhnya diisi oleh kecintaan kepada-Mu. Bismillah…. untuk sebuah nama


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: