Posted by: Hartoto | 11/02/2009

Blogger vs Sumpah Pemuda

Hartoto – Hari ini bangsa Indonesia memperingati salah satu hari bersejarah yang menjadi salah satu tonggak kemerdekaan Indonesia. Tepat 81 tahun yang lalu, para pemuda Indonesia bersepakat untuk menyatukan tekad guna merebut kemerdekaan. Namun masa-masa keemasan itu telah berlalu, Indonesia telah mengalami banyak perubahan terutama pada generasi mudanya.Generasi muda yang dulu menjadi pelopor kemerdekaan kini malah menjadi pelopor munculnya masalah-masalah sosial di masyarakat. Perhatikanlah, saat ini angka kematian lebih didominasi oleh anak muda. Mereka banyak menjadi pecandu NAPZA dan sering terlibat tawuran yang tidak jelas akar masalahnya.  

Data Badan Pusat Statistik 2009 menunjukkan bahwa dalam empat tahun terakhir, jumlah pengangguran terdidik di Indonesia meningkat dua kali lipat. Bahkan, perguruan tinggi memberikan kontribusi yang paling besar dalam mencetak engangguran-pengangguran terdidik. Ini belum termasuk pengangguran terselubung yang tidak teridentifikasi. Sungguh mengenaskan nasib kita, harapan bangsa ini.

Saya teringat ucapan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam salah satu pidatonya, beliau pernah mengatakan:
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengutamakan budaya tulis daripada budaya lisan”.
Ini sangat cocok dipadankan dengan semangat para blogger. Blogger tentunya akan berkata-kata dengan tulisannya. Zaman telah berbeda, dahulu para pemuda berjuang dengan mengangkat senjata, bergerilya untuk merebut kemerdekaan negeri ini. Sekarang kita hanya diwasiatkan untuk mempertahankan dan mengisi kemerdakaan itu. Berjuang saat ini tidak harus dengan mengangkat senjata, berjuang dpat dilakukan sesuai dengan peran dan profesi kita masing-masing. Seorang guru berjuang dengan berusaha keras mendidik, melatih, dan mengajar murid-muridnya agar menjadi pemuda yang baerbakti pada nusa dan bangsanya. Petani berjuang dengan bercocok tanam untuk memenuhi ketersediaan pangan masyarakat. Begitu pula dengan profesi-profesi lainnya, semua memiliki andil baik langsung maupun  tidak langsung untuk membangun negeri ini.

Bagaimanakah dengan para Blogger?
Blogger putih juga merupakan pejuang-pejuang pembangunan. Ide-ide kreatif, otokritik, lapangan pekerjaan, informasi dan yang lainnya dapat disumbangkan kepada negeri ini melalui postingan-postingan yang ditulis oleh para blogger. Ilmu pengetahuan akan cepat tersebar ke seluruh negeri melalui blog, dengan demikian ini juga memiliki andil dalam membangun peradaban negeri ini.

Blog dapat mengurangi jumlah pengangguran di negeri ini.
Blog menumbuhkan budaya tulis di negeri ini.
Blog menyatukan latar belakang, etnis, wilayah yang berbeda.
Blog memperkaya perbendaharaan bahasa Indonesia
Blog for Life…..

Tapi tunggu dulu, apakah anda masih ingat teks sumpah pemuda????


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: