Pilihan berlibur melepas penat dan kesibukan di electindo akhirja jatuh ke Pulau Samalona, sebuah pulau kecil di selat Makassar yang lebih kurang berjarak 2 kitu. Ini merupakan pilihan yangcukup menantang, mengingat musim hujan tentulah badai tinggi. Tapi setelah mendapat ‘petuah’ dari sang ‘tariner’, akhirnya semua sepakat ke tempat ini, kecuali 1 orang. Sepakat bukan tanpa perjuangan, sebagian tim harus datang membujuk agar semua pada kompakan berangkat. Entahlah jurus apa yang dikeluarkan hingga semua terpikat, masih kecuali yang satu itu
.
Lokasinya via google maps disini : samalona
Kami menunggu kurang lebih 2 jam di bibir dermaga karenagelombang cukup tinggi.Sang ‘trainer’ terlihat menikmati suasana ini karena di tangannya ada secangkir kopi hangat… stabil. Ditengah ketegangan tim, tanpa di sangka-sangka muncullah iring-iringan jenazah menuju pulau. Hm.. suasana jadi tambah mencekam….. Alhasil, ada satu tim yang rencana mundur. Untunglah dikuatkan dirwan dan sang ‘trainer’….
Akhirnya kamipun berangkat dengan 3 perahu dari rencana semula dua. Katanya yang punya perahu tidak menjamin kalau hanya 2 perahu karena ombak terlalu besar, ndak berani tanggung resiko. Ok, kami jalan. Di sayap kiri ‘Tismi’ jadi nahkoda, di sayap kanan ‘sang trainer’ juga memimpin.
Sesuai dugaan awal, ombak begitu besar, lebih dari 2 meter tingginya. Benar-benar menguras adrenalin, apalagi setelah melewati pemecah gelombang. Ombak semakin liar….. Saya kadang khawatir perahu pecah karena jatuh dari gunungan ombak… Hm…… Tapi saya masih kepikiran ‘trainer’ di sebelah….
Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 1 jam. Waktu yang rasanya lama sekali… Pulau sebenarnya sudah kelihatan, tapi serasa tak sampai-sampai. Menu tambahan yang kami nikmati adalah mesin kapal terkadang seperti mau mati….
Perjuangan berbuah manis, akhirnya kami tiba dengan selamat. Tidak sia-sia kami membeli menuju pulau samalona ini. Begitu indahnya. Setelah memesan kopi hangat dan gorengan. kami dengan dipimpin oleh ‘trainer’ kembali beraksi untuk membakar ikan yang sudah kami bawa . Setelah itu makan bersama… Nikmatnya. dan menutup liburan ini dinikmati dengan terjun ke laut…..
Hasil Jepretan Fografer Dadakan ‘Tismi’ disini:
Ini ceritaku, mana ceritamu?









































Reblogged this on .
By: mr.f on 01/22/2012
at 5:02 am