Posted by: Har toto | 04/12/2009

Tujuan Pendidikan

A. PENGERTIAN DAN FUNGSI PENDIDIKAN

Pendidikan, seperti sifat sasarannya yaitu manusia, mengandung banyak aspek dan sifatnya sangat kompleks. Karena sifatnya yang kompleks itu, maka tidak sebuah batasanpun yang cukup memadai untuk menjelaskan arti pendidikan secara lengkap. Dibawah ini dikemukakan beberapa batasan tentang pendidikan yang bebeda berdasarkan fungsinya.

1. Pendidikan sebagai Proses Transformasi Budaya

Sebagai proses transformasi budaya, pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari suatu generasi ke generasi lainnya. Nilai-nilai kebudayaan tersebut mengalami proses transformasi dari generasi tua ke generasi muda. Ada 3 bentuk transformasi yaitu nilai-nilai yang masih cocok diteruskan misalnya nilai-nilai kejujuran, rasa tanggungjawab dan lain-lain, yang kurang cocok diperbaiki misalnya tata cara perkawinan, dan tidak cocok diganti misalnya pendidikan seks yang dahulu ditabukan diganti dengan pendidikan seks melalui pendidikan formal.

Disini tampak bahwa,proses pewarisan budaya tidak semata-mata mengekalkan budaya secara estafet. Pendidikan justru mempunyai tugas kenyiapkan peserta didik untuk hari esok.

2. sebagai Proses Pembentukan Pribadi

Sebagai proses pembentukan pribadi, pendidikan diartikan sebagai sutu kegiatan yang sistematis dan sitemik dan terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik.

Proses pembentukan pribadi meliputi dua sasaran yaitu pembentukan pribadi bagi mereka yang belum dewasa oleh mereka yang belum dewasa, dan bagi mereka yang sudah dewasa atas usaha sendiri. Yang terkhir disebut pendidikan diri sendiri.

3. Pendidikan sebagai Proses Penyiapan warga Negara

Pendidikan sebagai penyiapan warga negara diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga negara yang baik.

4. Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga Kerja

Pendidkan sebagai penyiapan tenaga kerja diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga memilki bekal dasar untuk bekerja. Pembekalan dasar berupa pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan kerja pada calon luaran.

5. Definisi Pendidikan Menurut GBHN

GBHN 1988 (BP 7 Pusat, 1990:105) memberikan batasan tentang pendidikan nasional sebagai berikut: Pensisikan Nasional yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945 diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan serta harkat dan martabat bangsa, mewujudkan manusia serta masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

B. MACAM-MACAM TUJUAN PENDIDIKAN.

Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah untuk kehidupan. Karena itu tujuan pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan.

Didalam praktek pendidikan khususnya pada sistem persekolahan, di dalam rentangan antara tujuan umum dan tujuan yang sangat khusus terdapat sejumlah tujuan antara. Tujuan antara berfungsi untuk menjembatani pencapaian tujuan umum dari sejumlah tujuan rincian khusus. Umumnya ada 4 jenjang tujuan di dalamnya terdapat tujuan antara , yaitu tujuan umum, tujuan instruksional, tujuan kurikuler, dan tujuan instruksional.

· Tujuan umum pendidikan nasional Indonesia adalah Pancasila.

· Tujuan institusional yaitu tujuan yang menjadi tugas dari lembaga pendidikan tertentu untuk mencapainya.

· Tujuan kurikuler, yaitu tujuan bidang studi atau tujuan mata pelajaran.

· Tujuan instruksional , tujuan pokok bahasan dan sub pokok bahasan disebut tujuan instruksional, yaitu penguasaan materi pokok bahasan/sub pokok bahasan.

C. Hasil Pendidikan dan Evaluasi

1. Hasil Pendidikan

2. Evaluasi

a. Pengertian Evaluasi

Evaluasi adalah suatu tindakan untuk menentukan nilai sesuatu.

b. Tujuan evaluasi

Menurut Sudirman N., dkk.,(1991: 242) tujuan evaluasi adalah

- Mengambil keputusan tentang hasil belajar

- Memahami anak didik

- Memperbaiki dan mengembangkan program pengajaran.

c. Fungsi evaluasi

Dilihat dari segi anak didik secara individual, evaluasi berfungsi :

- Mengetahui tingkat pencapaian anak didik dalam suatu prosese belajar mengajar

- Menetapkan keefektifan pengajaran dan rencana kegiatan.

- Memberi basis laporan kemajuan anak didik.

- Menghilangkan halangan – halangan atau memperbaiki kekeliruan yang terdapat sewaktu praktek.

Dilihat dari segi program pengajaran, evaluasi berfungsi :

- Memberi dasar pertimbangan kenaikan dan promosi anak didik.

- Memberi dasar penyusunan dan penempatan kelompok anak didik yang homogen.

- Diagnosis dan remedial pekerjaan anak didik.

- Memberi dasar pembimbingan dan penyuluhan.

- Dasar pemberian angka dan rapor bagi kemajuan anak didik.

- Memotivasi belajar anak didik.

- Mengidentifikasi dan mengkaji kelainan anak didik.

- Menafsirkan kegiatan sekolah ke dalam masyarakat.

- Mengadministrasi sekolah.

- Mengembangkan kurikulum.

- Mempersiapkan penelitian pendidikan di sekolah.

d. Jenis-jenis evaluasi

1. Evaluasi Formatif

Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan setiap kali selesai mempelajari suatu unit pelajaran tertentu. Hal – hal yang oerlu diperhatikan dal;am pemakaian evaluasi formati yaitu:

- Penilaian dilakukan pada akhir setiap satuan pelajaran.

- Penilaian formatif bertujuan mengetahui sejauh mana tujuan instruksional khusus (TIK) pada setiap satuan pelajaran yang telah tercapai.

- Penilaian formatif dilakukan dengan mempergunakan tes hasil belajar, kuesioner, ataupun cara lainnya yang sesuai.

- Siswa dinilai berhasil dalam penilaian formatif apabila mencapai taraf penguasaan sekurang-kurangnya 75% dari tujuan yang ingin dicapai.

2. Evaluasi Subsumatif/sumatif

Evaluasi subsumatif adalah penilaian yang dilalsanakan setelah beberapa satuan pelajaran diselesaikan, dilakukan pada perempat atau temfah semester. Sedangkan evaluasi sumatif adalah penilaian yang dilaksanakan setiap akhir pengajaran atau suatu program atau sejumlah unit pelajaran tertentu. Evaluasi sumatif bermanfaat untuk menilai hasil pencapaian siswa terhadap tujuan suatu program pelajaran dalam suatu periode tertentu, seperti semester atau akhir tahun pelajaran. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian evaluasi sumatif :

- Siswa dinilai berhasil dalam mata pelajaran tertentu selama satu semester apabila nilai rapor mata pelajaran tersebut sekurang-kurangnya 6 (enam).

- Penilaian sumatif (subsumatif) dilakukan dengan mempergunakan tes hasil belajar, kuesioner ataupun cara lainnya yang sesuai dengan menilai ketiga ranah yakni kognitif, afektif, dan psikomotor.

- Hasil penilaian sumatif (subsumatif) dinyatakan dalam skala nilai 0 – 10.

3. Evaluasi Kokurikuler

Kegiatan kokurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran yang telah dijatahkan dalam struktur program, berupa penugasan-penugasan atau pekerjaan rumah yang menjadi pasangan kegiatan intrakurikuler.

Kegiatan intrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di sekolah dengan penjatahan waktu sesuai dengan struktur program.

Evaluasi kokurikuler adalah kegiatan yang berhubungan dengan hal-hal berikut:

- Penilaian kokurikuler terutama dilakukan terhadap hasil kegiatan kokurikuler yang antar lain berupa: kliping, lembar jawaban soal, laporan praktikum, karangan, kesimpulan atau ringkasan dari buku.

- Penilaian kokurikuler dilakukan setelah nsiswa selesai mengerjakan setiap tugas yang diberikan.

- Hasil penilaian kokurikuler dinyatakan dalam skala 0 – 10

- Penilaian dapat dilakukan perorangan

- Nilai kokurikuler diperhitungkan untuknilai rapor.

4. Evaluasi Ekstrakurikuler

Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan diluar jam pelajaran, yang dilkukan di sekolah ataupun di luar sekolah. Kegiatan ini di maksudkan untuk memperluas pengetahuan siswa, mengenal hubungan antara berbagai mata pelajaran atau bidang pengembangan, menyalurkan bakat dan minat yang menunjang pencapaian tujuan instruksional.

e. Jenis – jenis Alat Evaluasi

1. Tes

· Tes Tertulis

- Tes bentuk uraian yaitu semua bentuk tes yang pertanyaannya membutuhkan jawaban dalam bentuk uraian.

- Tes Bentuk Objektif yaitu semua bentuk tes yang mengfharuskan siswa memilih di antara kemungkinan – kemungkinan jawaban yang telah disediakan, memberi jawaban singkat, atau mengisi jawaban pada kolom titik-titik yang disediakan.

· Tes Lisan (Oral tes

Tes lisan merupakan alat penilaian yang pelaksanaannya dilakukan dengan mengadakan tanya jawab secara langsung untuk mengetahui kemampuan

Kemampuan berupa proses berfikir siswa dalam memecahkan suatu masalah, mempertanggungjawbkan pendapat, penggunaan bahasa, dan penguasaan materi pelajaran.

· Tes perbuatan (Ferformance Test)

Tes perbuatan adalah tes yang diberikan dalam bentuk tugas-tugas. Pelaksanaannya dalam bentuk penampilan atau perbuatan (praktek pengalaman lapangan, praktek lapangan kerja, praktek olah raga, praktek laboratorium, praltek kesenian, dan lain-laIn). Untuk melaksanakan tes perbuatan diperlukan dua jenis alat yaitu:

- lembaran tugas (kerja) yang berisi deskripsi mengenai instruksi (petunjuk) yang jelas sehingga siswa mengetahui secara tepat apa yang harus dilakukan.

- lembaran pengamatan yang digunakan untuk menilai tingkah laku siswa selama proses pelaksanaan tugas sampai kepada hasil yang dicapai.

2. Nontes

Ditinjau dari pelaksanaannya nontes berupa:

· Wawancara, yaitu komunikasi langsung antara yang mewawancarai dengan yang diwawancarai.

· Pengamatan (observasi), pengamatan lansung. Contohnya yaitu:

· Studi kasus ialah mempelajari individu dalam periode tertentu secar terus menerus untuk melihat perkembangannya.

· Skala penilaian (rating scale), merupakan salah satu alat penilaian yang menggunakan skala yang telah disusun dari ujung yang negatif sampai kepada ujung yang positif sehingga pada skala tersebut penilai tinggal membubuhi tanda cek saja (V).

· Inventory merupakan alat penilaian yang menggunakan daftar pertanyaan yang disertai alternatif jawaban sangat setuju (SS), setuju (S), tidak punya pendapat(TPP), tidak setuju (TS), sangat tidak setuju (STS).

Ditulis Oleh : Hartoto <http://fatamorghana.wordpress.com/2009/04/11/tujuan-pendidikan/>

About these ads

Responses

  1. sungguh sangat memrihatinkan, tidak semua lapisan masyarakat dapat mengenyam pendidikan yang layak. pendidikan yang bermutu tinggi hanya mamp[u diperoleh orang2 yang tingkat ekonominya tinggi. sedangkan untuk masyarakat ekonomi rendah harus rela menjual harta bendanya demi pindidikan yang dirasa kurang bermanfaat untuk menopang hidup keluarganya.

    • Benar, sudah semestinya kita semua kembali memurnikan paradigma pendidikan kita

  2. terimakasih atas isi blognya. isiny boleh saya copy buat dibaca2 ya (mau di print dulu, ga tahan baca di layar komputer)

    • Senang bisa berbagi ilmu dengan Anda

  3. ass….saya sedang melakukan penelitian tentang evaluasi performence,,,,tolong bisa di jelaskan pengertian tes performence yang lbh detail lagi…triamakasih

  4. [...] Tujuan Pendidikan « Fatamorghana Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah untuk kehidupan. Karena itu tujuan pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan … Sumber: http://fatamorghana.wordpress.com/2009/04/12/tujuan-pendidikan/ [...]

    • Terima kasih sudah merevew blog saya.

  5. sangat bagus dan saya bisa menjadi lebih tahu

    • @ Asnardin
      Terima kasih sudah berkunjung di blog saya. Salam kenal

  6. tolong jelaskan dong padaku bagaimana mendidik anak anak dibawah umur dan anak sekolah dasar

    • @ Asnardin

      Mendidik anak jenjang sekolah dasar ke bawah memerlukan keterampilan khusus. Banyak buku yang beredar yang secara gamblang menjelaskan caranya.

  7. Trmksh materi yg anda sajikan membntU sya mgerjakan tgas kuliah

    • @ Lim, sama-sama. Asal jangan copas ya

  8. [...] Tujuan Pendidikan [...]

    • ???

  9. [...] http://fatamorghana.wordpress.com/2009/04/12/tujuan-pendidikan/ [...]

  10. pak saya mau tanya kalo membuat rancangan desain intruksional itu bagaimana caranya yach…

  11. assalamu alaikum. wr. wb.
    pak bisa tdk sy minta dikirimkan cara2 membuat wordpress n cr mendftrkn/mmskkan no.rek krn wk2 mengikuti pelatihan bpk dlu sdh sy lupa. terimakasih sblm n ssdhnya… wss… .

  12. Trmksh, sangat membantu sekali. Jangan pernah lelah menulis, SUCCESS slalu ya Pak.

  13. tolong jelaskan seprti apa sih contoh tujuan khusus dan tujuan sementara pendidikan itu???


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 34 other followers

%d bloggers like this: