Posted by: Hartoto | 07/20/2008

Bab VI Aliran-Aliran Pendidikan

Aliran-aliran pendidikan telah dimaulai sejak awal hidup manusia, karena setiap kelompok manusia selalu dihadapkan dengan generasi muda keturunannya yang memerlukan pendidikan yang lebih baik dari orang tuanya. Di dalm kepustakaan tentang aliran-aliran pendidikan, pemikiran-pemikiran tentang pendidikan telah dimulai dari zaman Yunani kuno sampai kini. Oleh karena itu bahasan tersebut hanya dibatasi pada beberapa rumpun aliran klasik, pengaruhnya sampai saat ini dan dua tonggak penting pendidikan di Indonesia.

A.    ALIRAN KLASIK DAN GERAKAN BARU DALAM PENDIDIKAN

Aliran-aliran klasik yang dimaksud adalah aliran empirisme, nativisme, naturalisme, dan konvergensi. Sampai saat ini aliran aliran tersebut masih sering digunakan walaupun dengan pengembangan-pengembangan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.

1.     Aliran-aliran Klasik dalam Pendidikan dan Pengaruhnya Terhadap Pemikiran Pendidikan di Indonesia.

a.   Aliran Empirisme

Aliran empirisme bertolak dari Lockean Tradition yang mementingkan stimulsi eksternal dalam perkembangan manusia, dan menyatakan bahwa perkembangan manusia, dan menyatakan bahwa perkembangan anak tergantung kepada lingkungan, sedangkan pembawaan tidak dipentingkan. Pengalaman yang diproleh anak dalam kehidupan sehari-hari didapat dari dunia sekitarnya yang berupa stimulan-stimulan. Stimulasi ini berasal dari alm bebaqs ataupun diciptakan oleh orang dewasa dalam bentuk pendidikan. Tokoh perintisnya adalah John Locke.

b.   Aliran  Nativisme

Aliran Nativisme bertolak dari Leinitzian Tradition yang menekankan kemampuan dalam diri anak, sehingga faktor lingkungan termasuk faktor pendidikan, kurang berpengaruh terhadap perkembangan anak. Hasil prkembangan tersebut ditentukan oleh pembawaan yang sudah diperoleh sejak kelahiran. Lingkungan kurang berpengaruh terhadap dan pendidikan anak.

c.   Aliran Naturalisme

Aliran ini dipelopori oleh J.J Rosseau. Rosseau berpendapat bahwa semua anak baru dilahirkan mempunyai pembawaan BAIK. Pembawaan baik akan menjadi rusak karena dipengaruhi lingkungan. Pendidikan yang diberikan orang dewasa malah dapat merusak pembawaan baik anak itu.

d.   Aliran Konvergensi

Aliran Konvergensi dipelopori oleh Wlliam Stern, ia berpedapat bahwa seorang anak dilahirkan di dumia sudah disertai pembawaan baik maupun pembawaan buruk. Proses perkembangan anak, baik faktor pembawaan maupun faktor lingkungan sama sama mempunyai peranan sangat penting. Bakat yang dibawa pada waktu lahir tidak akan berkembang dengan baik tanpa adanya dukungan lingkungan sesuai untuk perkembangan anak itu.

e.   Pengaruh Aliran Klasik terhadap Pemikiran dan Praktek Pendidikan di Indonesia

Di indonesia telah di terapkan berbagai aliran-aliran pendidikan, penerimaan tersebut dilakukan dengan pendekatan efektif fungsional yakni diterima sesuai kebutuhan, namun ditempatkan dalam latar pandangan yang konvergensi.

2.     Gerakan Baru Pendidikan dan Pengaruhnya terhadap Pelaksanaan di Indonesia

a.   Pengajaran Alam Sekitar

Gerakan pendidikan yang mendekatkan anak dengan sekitarnya adalah gerakan pengajaran alam sekitar,perintis gerakan ini adalah Fr. A. Finger di Jerman dengan heimatkunde, dan J. Ligthart di Belanda dengan Het Voll Leven.

b.   Pengajaran Pusat Perhatian

Pengajaran pusat perhatian dirintis oleh Ovideminat Decroly dari Belgia dengan pengajaran melalui pusat-pusat minat, disamping pendapatnya tentang pengajaran global. Decroly menyumbangkan dua pendapat yang sangat berguna bagi pendidikan dan pengajaran, yaitu:Metode Global dan Centre d’interet.

 

 

c.   Sekolah Kerja

Gerakan sekolah kerja dapat dipandang sebagai titik kulminasi dari pandangan-pandangan yang mementingkan pendidikan keterampilan dalam pendidikan. J.A. Comenius menekankan agar pendidikan mengembangkan pikiran, ingatan, bahasa, dan tangan. J.H. Pestalozzi mengajarkan bermacam-macam mata pelajaran pertukaran di sekolahnya.

d.   Pengajaran Proyek

Pengajaran proyek biasa pula digunakan sebagai salah satu metode mengajar di Indonesia, antara lain dengan nam pengajaran proyek, pengajaran unit, dan sebagainya. Yang perlu ditekankan bahwa pengajaran proyek akan menumbuhkan kemampuan untuk memandang dan memecahkan persoalan secara konprehensif. Pendekatan multidisiplin tersebut makin lama makin penting, utamanya masyarakat maju.

B.    DUA ALIRAN POKOK PENDIDIKAN DI INDONESIA

Dua aliran pokok pendidikan di Indonesia itu di Indonesia itu dimaksudkan adalah Perguruan Kebangsaan Taman Siswa dan Ruang Pendidikan INS Kayu Tanam. Kedua aliran tersebut dipandang sebagai tonggak pemikiran tentang pendidikan di Indonesia.

1.     Perguruan Kebangsaan Taman Siswa

Perguruan Kebangsaan Taman Siswa didirikan oleh Ki Hajar Dewantara pada tanggal 3 Juli 1932 di yogyakarta, yakni dalam bentuk yayasan.

a.   Asas dan Tujuan Taman Siswa

­­­Asas Taman Siswa

Ø      Bahwa setiap orang mempunyai hak mengatur dirinya sendiri dengan terbitnya persatuan dalam peri kehidupan umum.

Ø      Bahwa pengajaran harus memberi pengetahuan yang berfaedah yang dalam arti lahir dan batin dapat memerdekan diri.

Ø      Bahwa pengajaran harus berdasar pada kebudayaan dan kebangsaan sendiri.

Ø      Bahwa pengajaran harus tersebar luas sampai dapat menjangkau kepada seluruh rakyat.

Ø      Bahwa sebagai konsekuensi hidup dengan kekuatan sendiri maka harus mutlak harus membelanjai sendiri segala usaha yang dilakukan.

Ø      Bahwa dalam mendidik anak-anak perlu adanya keiklasan lahir dan batin untuk mengobarkan segala kepentinganpribadi demi keselamatan dan kebahagiaan anak-anak.

Kemudian ditambahkan dengan asas kemerdekaan, asas kodrat alam, asas kebudayaan, asas kebangsaan, dan asas kemanusiaan.

­Tujuan Taman Siswa

Ø      Sebagai badan perjuangan kebudayaan dan pembangunan masyarakat tertib dan damai.

Ø      Membangun abak didik menjadi manusia yang merdeka lahir dan batin, luhur akal budinya, serta sehat jasmaninya untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna dan bertanggung jawab atas keserasian bangsa, tanah air, serta manusia pada umumnya.

b.   Upaya-upaya yang dilakukan Taman Siswa

Beberapa usaha yang dilakukan oleh Rtaman siswa adalah menyiapkan peserta didik yang cerdas dan memiliki kecakapan hidup. Dalam ruang lingkup eksternal Taman siwa membentuk pusat-pusat kegiatan kemasyarakatan.

c.   Hasil-hasil yang Dicapai

Taman siswa telah berhasil menemukakan gagasan tentang pendidikan nasional, lembaga-lembaga pendidikan dari Taman indria sampai Sarjana Wiyata. Taman siswa pun telah melahirkan alumni alumni besar di Indonesia.

2.     Ruang Pendidik INS Kayu Tanam

Ruang Pendidik INS (Indonesia Nederlandsche School) didirikan oleh Mohammad Sjafei pada tanggal 31 Oktober 1926 di Kayu Tanam (sumatera Barat).

a.   Asas dan Tujuan Ruang Pendidik INS Kayu Tanam

Pada awal didirikan, Ruang Pendidik INS mempunyai asas-asas sebagai berikut

Ø      Berpikir logis dan rasional

Ø      Keaktifan atau kegiatan

Ø      Pendidikan masyarakat

Ø      Memperhatikan pembawaan anak

Ø      Menentang intelektualisme

Dasar-dasar tersebut kemudian disempurnakan dan mencakup berbagai hal, seperti: syarat-syarat pendidikan yang efektif, tujuan yang ingin dicapai, dan sebagainya.

Tujuan Ruang pendidik INS Kayu Tanam adalah:

Ø      Mendidik rakyat ke arah kemerdekaan

Ø      Memberi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat

Ø      Mendidik para pemuda agar berguna untuk masyarakat

Ø      Menanamkan kepercayaan terhadap diri sendiri dan berani bertanggung jawab.

Ø      Mengusahakan mandiri dalam pembiayaan.

b.   Upaya-upaya Ruang Pendidik INS Kayu Tanam

Beberapa usaha yang dilakukan oleh Ruang Pendidik INS Kayu Tanam antara lain menyelenggarakan berbagai jenjang pendidikan, menyiapkan tenaga guru atau pendidik, dan penerbitan mjalah anak-anak Sendi, serta mencetak buku-buku pelajaran.

c.   Hasil-hasil yang Dicapai Ruang Pendidik INS Kayu Tanam

Ruang Pendidik INS Kayu Tanam mengupayakan gagasan-gagasan tentang pendidikan nasional (utamanya pendidikan keterampilan/kerajinan), beberapa ruang pendidikan (jenjang persekolahan), dan sejumlah alumni.

 

 

Sumber Bacaan: Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

 

Download Versi Microsoft Office Word: Bab VI Aliran-Aliran Pendidikan

About these ads

Responses

  1. sangat baik

  2. terima kasih, mudah-mudahan dapat membantu

  3. maaf, sepertinya ada salah ketik. Bagian aliran naturalisme, pada: “Rosseau berpendapat bahwa semua anak baru dilahirkan mempunyai pembawaan buruk.” seharusnya baik bukan buruk. begitukah? nuwun

    • setuju!
      pada dasarnya setiap anak itu baik. Lingkungan lah yang merubah si anak untuk berkelakuan buruk.

      • @ desna
        tergantung pada lingkungannya. jika lingkungannya baik, anak akan cenderung menjadi baik. Tapi kita juga tidak boleh menafikan adanya pembawaan yang di bawa oleh anak sejak lahir.

  4. @ Jezz

    Terima kasih koreksinya, dan sudah saya revisi

  5. ITS VERY NICE

  6. binun

    • Maaf, maksudnya apa?

  7. aku bingung bgt ttg aliran pendidikan!!! artikelnya bagus banget aku copy buat referensi tugas kuliah ku… terima kasih sebelumnya.

  8. Makasih buat rangkumannya, karena besok saya akan presentasi tentang aliran pendidikan n bingung meringkas dari modulnya yang tebel banget
    Pertanyaaan, di dalam modul saya aliran pendidikan dibagi 3, konvensional, baru dan yang terakhir tradisonal dan maju dalam pendidikan
    Kenapa bapak cuma ada 2, kalo bisa tolong bahas yang ke-3 juga, terima kasih sebelumnya

    • Terima kasih sudah membaca artikel saya. Semoga bermanfaat

  9. terima kasih banyak. artikelnya saya jadiin referensi bwt presentasi..

  10. terima kasih banyak

  11. Sama-sama. Terima kasih sudah mau berkunjung di blog saya.
    Salam kenal

  12. Sama-sama
    Salam kenal

  13. maap saya boleh tanya gag
    kelebihan dan kekurangan aliran klasik itu apa ya?

  14. trima kasih….

    • Sama-sama. Salam kenal

  15. lk;h

    • maksudnya?

  16. Sepertinya dari buku yg sama dgn saya. .hehe
    jadi bisa dijadikan sebagai contoh untuk resuman. . .

    • silahkan, asal jangan copy paste

  17. maaf saya ingin tanya secara lengkap tentang aliran nativisme itu seperti apa??mohon penjelasan’y sebelum’y terima kasih

    • Nativisme di pelopori oleh Schopenhouer (1788-1860) yang berasal dari Jerman. Inti dari pendapatnya adalah bahwa bayi lahir telah memiliki pembawaan baik dan pembawaan buruk. Lingkungan sekitar tidak berdaya mempengaruhi perkembangan anak. Oleh karena itu, pendidikan tidak diperlukan.

  18. Pak, mo nanya, bgmnn dg implementasi aliran konvensional dlm pelaksaan pendidikan di sekolah2? Kita mengacu ke aliran (ato teori?) apa yaa … Maturnuwun

  19. thank proff ak erland dari umc cirebon, aku mohon ijin tuk ambil bahan artikelnya

  20. semua yang ku butuhkan ada di sini makasih yah………

    • Sama-sama

  21. aku sepakat bahwasanya setiap anak atau manusia itu di lahirkan tanpa adanya pengaruh apapun, seperti kertas yang putih tanpa noda. kertas itu dapat berubah warna entah itu putih atau hitam itu bergantung juga dimana dia berada. artinya hal ini berpengaruh besar terhadap lingkungannya.

  22. @ Anank
    Benar, tapi perlu digarisbawahi bahwa anak lahir telah memiliki bakat/pembawaaan. Inilah yang seharusnya di arahkan dengan benar. Lingkungan akan sangat berpengaruh dalam mengasah bakat tersebut .

  23. terima kasih ats resum’ny

  24. SORRY ingin tanya “ADA GAK REFERENSI BUKU UNTUK ALIRAN kONVERGENSI itu seperti apa??mohon penjelasan’y sebelum’y terima kas

  25. @ ADS
    saya belum pernah dapatkan. Aliran konvergensi adalah aliran yang menggabungkan antara pemahaman nativisme dengan empirisme. Mengakui adanya bakat, tetapi bakat itu akan menjadi maksimal jika diasah oleh lingkungan/pendidikan

  26. makasih yach atas bantuanx,berkat resuum anda pengetahuan sy bertambah dan menambah bahan makalah yang saya bwt.

    • @ 234 , sama-sama

  27. [...] http://fatamorghana.wordpress.com/2008/07/20/bab-vi-aliran-aliran-pendidikan/ [...]

  28. saya mau tanya tentang perbedaan antara aliran satu dengan yang lainnya apa ya tolong di beri tahu trimakasih

  29. thank u…lengkap!!!

    • Terima kasih, senang bisa membantu

  30. makasih….. saya copy y… bwt tugs kulyh…..

    • @ khumairoh nur
      Sama-sama, senang bisa membantu. Jangan lupa referensinya disertakan ya….

  31. salam… thanks atas uraiannya, tapi mohon di ringkas lebih pendek lagi tapi tetap padat dan jelas, sehingga lebih mudah dicerna.. sukses selalu.

  32. pak makasi… saya copy ya bwt tuges kuliah ;)

  33. jelaskan donk cnth2 pengajarn alm sektr itu apa? juga yang lainnya,ga ckup mmbntu buat dijadikan refrensi ……………………………………..

  34. mantap and terimah kasih atas bantuannya semoga tulisannya semakin maju dan berkembang demi kepentigan pendidikan ….. salam pendidikan

  35. SORY YA PAK ,

    • @ Ira, sory kenapa??

  36. kebetulan banget aliran2nya sama untuk buat referensi

  37. pak mau tanya, yang di sebutkan diatas dalam aliran2 itukan tokoh yang mempelopori lalu yang termasuk dalam teori itu siapa saja ya pak ?
    terimakasih.

  38. bagus, jadi nambah pengetahuan :)

  39. mau nanya dong pak.. kira” buku pengantar pendidikannya siapa lagi ya selain umar tirtarahardja sama la sulo yang ngebahas tentang aliran” pendidikan?

  40. ikut share ya.thx

  41. Terima kasih artikelnya, mohon ijin meng-kopi untuk resume kuliah saya. Semoga artikel anda dapat membantu. Salam!

  42. pak mau tanya ni,,bagaimana aliran pendidikan di indonesia

  43. Gan…Bab I dan yg akhir2 2 knp gak dipublish,,,
    Btw,,,tengkyu sgt membantu bgt!

  44. izin copy ya,makasih

  45. Trimakasih banyak…tulisan ini sangat beranfaat.

  46. postingan’ny ini sangat membantu tugas UAS saya.
    Thx s0 much,hehehe….

  47. bagus, saya juga sedang baca buku referensi Umar tirtaraharja, semakin mantap dengan adanya ringkasan ini.trimakasih tulisannya.

  48. apa kelabihan dan kekurangan aliran empirisme ini pak???mohon petunjuk dan siapa yang menggugurkan/melemahkan a;iran ini????

  49. Terima Kasih atas artikel Bapak Hartoto, tentang aliran-aliran pendidikan, karena sangat membantu saya dalam mengerjakan tugas kuliah, semoga ilmu yang Bapak berikan di balas kan oleh Tuhan beribu kebaikan….aamiin

  50. Nativisme disebut juga pesimis paedagogik,jelaskan maksudnya?
    terima kasih sebelumnya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 37 other followers

%d bloggers like this: