Posted by: Har toto | 07/11/2008

Bab II Pengertian dan Unsur-Unsur Pendidikan

Seorang calon pendidik hanya dapat melaksanakan tugasnya denga nbaik jika memperoleh jawaban yang jelas dan benar tentang apa yang dimaksud pendidikan. Jawaban yang benar tentang pendidikan diperoleh melalui pemahaman terhadap unsur-unsurnya, konsepdasar yang melandasinya, dan wujud pendidikan sebagi sistem. Bab II ini akan mengkaji pengertian pendidikan,unsur-unsur pendidikan, dan sistem pendidikan.

 

A.    PENGERTIAN PENDIDIKAN

1.     Batasan tentang Pendidikan

Batasan tentang pendidikan yang dibuat oleh para ahli beraneka ragam, dan kandungannya berbeda yang satu dari yang lain. Perbedaan tersebut mungkin karena orientasinya, konsep dasar yang digunakan, aspek yang menjadi tekanan, atau karena falsafah yang melandasinya.

a.     Pendidikan sebagai Proses transformasi Budaya

Sebagai proses transformasi budaya, pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. Nilai-nilai budaya tersebut mengalami proses transformasi dari generasi tua ke generasi muda. Ada tiga bentuk transformasi yaitu nilai-nilai yang masih cocok diteruskan misalnya nilai-nilai kejujuran, rasa tanggung jawab, dan lain-lain.

b.     Pendidikan sebagai Proses Pembentukan Pribadi

Sebagai proses pembentukan pribadi, pendidikan diartikan sebagi suatu kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik. Proses pembentukan pribadi melalui 2 sasaran yaitu pembentukan pribadi bagi mereka yang belum dewasa oleh mereka yang sudah dewasa dan bagi mereka yang sudah dewasa atas usaha sendiri.

c.     Pendidikan sebagai Proses Penyiapan Warganegara

Pendidikan sebagai penyiapan warganegara diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga negara yang baik.

d.     Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga Kerja

Pendidikan sebagai penyimpana tenaga kerja diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga memiliki bekal dasar utuk bekerja. Pembekalan dasar berupa pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan kerja pada calon luaran. Ini menjadi misi penting dari pendidikan karena bekerja menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia.

e.     Definisi Pendidikan Menurut GBHN

GBHN 1988(BP 7 pusat, 1990: 105) memberikan batasan tentang pendidikan nasional sebagai berikut: pendidikan nasiaonal yang berakar pada kebudayaan bangsa indonesia dan berdasarkan pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945 diarahkan untuk memingkatkan kecerdasan serta dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.

2.     Tujuan dan proses Pendidikan

a.     Tujuan pendidikan

Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah untuk kehidupan. Pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dazn merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan.

b.  Proses pendidikan

Proses pendidikan merupakan kegiatan mobilitas segenap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan, Kualitas proses pendidikan menggejala pada dua segi, yaitu kualitas komponen dan kualitas pengelolaannya , pengelolaan proses pendidikan meliputi ruang lingkup makro, meso, mikro. Adapun tujuan utama pemgelolaan proses pendidikan yaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman belajar yang optimal.

 

 

3.     Konsep Pendidikan Sepanjang Hayat (PSH)

PSH bertumpu pada keyakinan bahwa pendidikan itu tidak identik dengan persekolahan, PSH merupakan sesuatu proses berkesinambungan yang berlangsung sepanjang hidup. Ide tentang PSH yang hampir tenggelam, yang dicetuskan 14 abad yang lalu, kemudian dibangkitkan kembali oleh comenius 3 abad yang lalu (di abad 16). Selanjutnya PSH didefenisikan sebagai tujuan atau ide formal untuk pengorganisasian dan penstrukturan pengalaman pendidikan. Pengorganisasian dan penstruktursn ini diperluas mengikuti seluruh rentangan usia, dari usia yang paling muda sampai paling tua.(Cropley:67)

                   Berikut ini merupakan alasan-alasan mengapa PSH diperlukan:

a.     Rasional

b.     Alasan keadilan

c.     Alasan ekonomi

d.     Alasan faktor sosial yang berhubungan dengan perubahan peranan keluarga, remaja, dan emansipasi wanita dalam kaitannya dengan perkembangan iptek

e.     Alasan perkembangan iptek

f.      Alasan sifat pekerjaan

4.     Kemandirian dalam belajar

a.     Arti dan perinsip yang melandasi

Kemandirian dalam belajar diartikan sebagai aktivitas belajar yang berlangsungnya lebih didorong oleh kamauan sendiri, pilihan sendiri, dan tanggung jawab sendiri dari pembelajaran. Konsep kemandirian dalam belajar bertumpu pada perinsip bahwa individu yang belajar akan sampai kepada perolehan hasil belajar.

b.     ­Alasan yang menopang

Conny Semiawan, dan kawan-kawan (Conny S. 1988; 14-16) mengemukakan alasan sebagai berikut:

Ø      Perkembangan iptek berlangsung semakin pesat sehingga tidak mungkin lagi para pendidik(khususnya guru) mengajarkan semua konsep dan fakta kepada peserta didik.

Ø      Penemuan iptek tidak mutlak benar 100%, sifatnya relatif.

Ø      Para ahli psikologi umumnya sependapat, bahwa peserta didik mudah memahami konsep-konsep yang rumit dan abstrak jika disertai dengan contoh-contoh konkret dan wajar sesuai dengan situasi dan kondidi yang dihadapi dengan mengalami atau mempraktekannya sendiri.

Ø      Dalam proses pendidikan dan pembelajaran pengembangan konsep seyogyanya tidak dilepaskan dari pengembangan sikap dan penanaman nilai-nilai ke dalam diri peserta didik.

B.    UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN

Proses pendidikan melibatkan banyak hal yaitu:

1.     Subjek yang dibimbing (peserta didik).

2.     Orang yang membimbing (pendidik)

3.     Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif)

4.     Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan)

5.     Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan)

6.     Cara yang digunakan dalam bimbingan (alat dan metode)

7.     Tempat dimana peristiwa bimbingan berlangsung (lingkungan pendidikan)

Penjelasan:

1.     Peserta Didik

Peserta didik berstatus sebagai subjek didik. Pandangan modern cenderung menyebutkan demikian oleh karena peserta didik adalah subjek atau pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya.

Ciri khas peserta didik yang perlu dipahami oleh pendidik ialah:

a.     Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas, sehingga merupakan insan yang unik.

b.     Individu yang sedang berkembang.

c.     Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi.

d.     Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri.  

2.     Orang yang membimbing (pendidik)

Yang dimaksud pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. Peserta didik mengalami pendidikannya dalam tiga lingkunga yaitu lingkungankeluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masayarakat. Sebab itu yang bertanggung jawab terhadap pendidikan ialah orang tua, guru, pemimpin program pembelajaran, latihan, dan masyarakat.

3.     Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif)

Interaksi edukatif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antara peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan. Pencapaian tujuan pendidikan secara optimal ditempuh melalui proses berkomunikasi intensif dengan manipulasi isi, metode, serta alat-alat pendidikan.

4.     Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan)

a.     Alat dan Metode

Alat dan metode diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Secara khusus alat melihat jenisnya sedangkan metode melihat efisiensi dan efektifitasnya. Alat pendidikan dibedakan atas alat yang preventif dan yang kuratif.

b.     Tempat Peristiwa Bimbingan Berlangsung (lingkungan pendidikan)

Lingkungan pendidikan biasanya disebut tri pusat pendidikan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.

C.    PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM

1.     Pengertian Sistem

Beberapa definisi sitem menurut para ahli:

a.     Sistem adalah suatu kebulatan keseluruhan yang kompleks atau terorganisir; suatu himpunan atau perpaduan hal-hal atau bagian-bagian yang membentuk suatu kebulatan/keseluruhan yang kompleks atau utuh. (Tatang M. Amirin, 1992:10)

b.     Sistem meruapakan himpunan komponen yang saling berkaitan yang bersama-sama berfungsi untuk mencapai suatu tujuan. (Tatang Amirin, 1992:10)

c.     Sistem  merupakan sehimpunan komponen atau subsistem yang terorganisasikan dan berkaitan sesuai rencana untuk mencapai suatu tujuan tertentu. (Tatang Amirin, 1992:11)

 

2.     Komponen dan Saling Hubungan antara Komponen dalam Sistem Pendidikan.

Pendidikan sebagai sebuah sistem terdiri dari sejumlah komponen. Komponen tersebut antara lain: raw input (sistem baru), output(tamatan), instrumentalinput(guru, kurikulum), environmental input(budaya, kependudukan, politik dan keamanan).

 

3.     Hubungan Sistem Pendidikan dengan Sitem Lain dan Perubahan Kedudukan dari Sistem

Sistem pendidikan dapat dilihat dalam ruang lingkup makro. Sebagai subsistem, bidang ekonomi, pendidikan,dan politik masing-masing-masing sebagai sistem. Pendidikan formal, nonformal, dan informal merupakan subsistem dari  bidang pendidikan sebagai sistem dan seterusnya.

 

4.     Pemecahan masalah pendidikan secara sistematik.

a.     Cara memandang sistem

Perubahan cara memandang suatu status dari komponen menjadi sitem ataupunsebaliknya suatu sitem menjadi komponen dari sitem yang lebih besar, tidak lain daripada perubahan cara memandang ruang lingkup suatu sitem atau dengan kata lain ruang lingkup suatu permasalahan.

b.     Masalah berjenjang

Semua masalah tersebut satu sama lain saling berkaitan dalam hubungan sebab akibat, alternatif maslah, dan latar belakang masalah.

c.     Analisis sitem pendidikan

Penggunaan analisis sistem dalam pendidikan dimaksudkan untuk memaksimalkan pencapaian tujuan pendidikan dengan cara yang efesien dan efektif. Prinsip utama dari penggunaan analisis sistem ialah: bahwa kita dipersyaratkan untuk berpikir secra sistmatik, artinya harus memperhitungkan segenap komponen yang terlibat dalam maslah pendidikan yang akan dipecahkan.

d.     Saling  hubungan antarkomponen

Komponen-komponen yang baik menunjang terbentuknya suatu sistem yang baik. Tetapi komponen yang baik saja belum menjamin tercapainya tujuan sistem secara optimal, manakala komponen tersebut tidak berhibungan secra fungsional dengan komponen lain.

e.     ­Hubungan sitem dengan suprasistem

Dalam ruang lingkup besar terlihat pula sistem yang satu saling berhubungan dengan sistem yang lain. Hal ini wajar, oleh karena pada dasarnya setiap sistem itu hanya merupakan satu aspek dari kehidupan. Sdangkan segenap segi kehidupan itu kita butuhkan, sehingga semuanya memerlukan pembinaandan pengembangan.

 

 

5.     Keterkaitan antara pengajaran dan pendidikan

Kesimpulan yang dapat ditarik dari persoalan pengajaran dan pendidikan adalah:

a.     pengajaran dan pendidikan dapat dibedakan, tetapi tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Masing-masing saling mengisis.

b.     Pembedaan dilakukan hanya untuk kepentingan analisis agar masing-masing dapat dipahami lebih baik.

c.     Pendidikan modern lebih cenderung mengutamakan pendidikan, sebab pendidikan membentuk wadah, sedangkan pengajaran mengusahakan isinya. Wadah harus menetap meskipun isi bervariasi dan berubah.

 

6.     Pendidikan prajabatan (preservice education) dan pendidikan dalam jabatan (inservice education) sebagai sebuah sistem.

Pendidikan prajabatan berfungsi memberikan bekal secara formal kepada calon pekerja dalam bidang tertentu dalam periode waktu tertentu. Sedangkan pendidikan dalam jabatan bermaksud memberikan bekal tambahan kepada oramg-orang yang telah bekerja berupa penataran, kursus-kursus, dan lain-lain. Dengan kata lain pendidikan prajabatan hanya memberikan bekal dasar, sedangkan bekal praktis yang siap pakai diberikan oleh pendidikan dalam jabatan.

 

7.     Pendidikan formal, non-formal, dan informal sebagai sebuah sistem.

Pendidikan formal yang sering disebut pendidikan persekolahan, berupa rangkaian jenjang pedidikan yang telah baku, misalnya SD,SMP,SMA, dan PT. Pendidikan nonformal lebih difokuskan pada pemberian keahlian atau skill guna terjun ke masyarakat. Pendidikan informal adalah suatu fase pendidikan yang berada di samping pendidikan formal dan nonformal.

­Dapat disimpulkan bahwa pendidikan formal, nonformal, dan informal ketiganya hanya dapat dibedakan tetapi sulit dipisah-pisahkan karena keberhasilan pendidikan dalam arti terwujudnya keluaran pendidikan yang berupa sumberdaya manusia sangat bergantung kepada sejauh mana ketiga sub-sistem tersebut berperanan.

 

Sumber Bacaan: Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

 

Download Versi Microsoft OfficeWord:hartoto-bab-ii-pengertian-dan-unsur-unsur-pendidikan1

About these ads

Responses

  1. sangat bagus

  2. sipppp

  3. terima kasih

    • tpi nda ada soal2x

  4. terima kasih

  5. ngebantu w bgt nee pas bqin tgz pengantar ilmu pendidikan

  6. [at] afri_hucuwh, sama-sama. senang bisa membantu

  7. Thanks for your explain mr.
    Its very exiting n importent for all people,exactly for my self.
    But,i ask you….how to describe the draft education”konsep pendidikan” at general n private.

  8. @ obby
    thanks for you attention

  9. mantap..

    • terima kasih, silahkan masukkan saran dan kritik anda di blog ini…

      • pak mo nyak,,apa pendapat n jelaskan tentang latar belakang dan tujuan unsur2 pendidikan,,,!!!!!!!!!!!!!!!

        ayo geenk

  10. tq sooooooooooooooo much !! ^^

  11. Saya sangat terbantu dalam mencari bahan.. tx ya…

    • Terima kasih. Senag bisa membantu

  12. thanks sangat membantu sekali…

  13. Makasih tuk informasinya, karena sangat membantu sbg calon guru. Doanya…
    Smg sukses!
    ditunggu yang lainnya, he.he….

  14. bagus banget tu informasinya..
    bisa donk share infonya..

  15. [...] http://fatamorghana.wordpress.com/2008/07/11/bab-ii-pengertian-dan-unsur-unsur-pendidikan/ [...]

  16. Salut..! Dan terima kasih tulisan anda sangat membantu kami…

  17. thanks ya….

    • Sama-sama

  18. .makasie. . . . ,
    .ak jd gampang nyari bhan bwt tugasku, . ,

    • Sama-sama. yang penting cantumkan artikel sumbernya

  19. thanks bwangettzz za cz pas bwanget boat bahan perdebatan tugas skulq nie

  20. Pola pendidikan yang diterapka di Indonesia masih perlu perbaikan karena masih jauh dari sempurna dalam mengusahkan peningkatan mutu pendidikan anak bangsa. UAN hanya menjadi momok yang menakutkan para siswa dan siswi.

    • Orientasi pendidikan pada prakteknya hanya Teacher Oriented, padahal seharusnya berorientasi apada siswa

  21. thx…bwt infox…pnting bgt….
    lw bsa d tmbah lg y…..

  22. it’s very good and I take your explanation for my observation. Thanks a lot..

  23. sorry ya penjelasan unsur pendidikan hanya 4 padahal unsurnya ada 7 yang lain mana ?
    maunya kamu, enaknya saja lengkkapi donk, eh itu kan balasan saya koq kamu yang ngomong , hehehe, sorry

  24. Terima kasih:

    5. Materi
    Materi adalah sesuatu yang disampaikan. dalam pembelajaran, materi diejawantahkan dalam kurikulum

    6. Alat dan metode
    Alat berbeda dengan metode. Alat biasanya berbentuk perangkat keras (hardware) dan metode biasanya adalah software (perangkat lunak)

    7. Lingkungan
    Proses pendidikan dapat terjadi dimana saja. Sampai saat ini terbagi menjadi 3 yang biasa disebut tripusat pendidikan. yaitu sekolah, rumah, dan masyarakat.
    Penjelasan tentang lingkungan ada di artikel lain

  25. terus laujutannya kmn…??
    tu kAn lom sLsai…??

    • Yang bagian Mana, tolong diperjelas

      • tu kan bab 2 tRz yg bab 3 penutup n kesimpulannya…??

      • mn doong, sy lg bth bGt ne…

  26. Klik link di bawah ini untuk melhat bab III:
    bab III

  27. mantaps…

    • Terima kasih sudah berkunjung di blog saya

  28. its cool………..

    • Thank You

  29. .eum saya dapat tUgas ne
    mencari pengertian pendidikan menurut para ahli,,,
    minimal 5 ahli yang saya dapatkan…
    tapi saya tidak menemukannya..
    bisa bantu saya tidak??

    • nanti ada artikel khusus yang akan bahas itu

  30. very useful n helpful for my assignment which is talking about education, i’ll contact u if i need ur help directly

  31. mmm saya dapat tugas ni
    soal lembaga-lembaga pendidikan islam
    terus terang saya kurang ngerti
    tolongin dong

    • bagaimana maksudnya?

    • tolong diperjelas

  32. ijin copas kak ya….. lagi bnyak tugas nich….
    yang format ppt ada gak? soalnya saya agak kurang mngrti dg power point…. btw, makasih ya…. sangat berguna sekali………

    • Solahkan mengkopi artikel ini dengan tetap mentertakan nama penulis, url sumber, dan tidak mengurangi esensi tulisan

  33. 18 pengertian pendidikan secara lengkap dapat dilihat di

    http://fatamorghana.wordpress.com/2009/10/07/pengertian-pendidikan/

  34. Thank alot 4 Ur info, it’s very useful for my “landasan pendidikan” exam.

    • Sama-sama. Salam kenal. Sukses untuk Anda

  35. tulis lagi dunk tentang “pendidikan sebagai modal sosial dan modal pembangunan”

    • Kata kuncinya…..
      Pendidikan adalah jembatan perubahan sosial. melalui pendidikan seseorang dapat berpindah dari strata sosial yang satu ke yang lain (diatasnya). Info lebih lanjut, silahkan buka elearning kami di http://elearning.tekpend-unm.com

  36. makasih ya atas tulisannya.
    bantu banget makasih

    • Sama-sama. Salam kenal

  37. Assalmlkm…terimakasih bapak atas artikelnya.karna itu mempermudah saya untuk mencari tugas.tapi saya minta maaf sdah tidak sopan.Wasslm.

    • Artikel ini boleh di download dan disebarluaskan, asal tetap menyebutkan nama penulis dan url sumber

  38. Thx ea materinya bantu Va ngerjain tugas…hehe

    • sama-sama, yang penting jngan asal copy paste

  39. THANK YOU VERY MUCH. YOUR WEBSITE IS WONDERFUL BOOK THAT EVER

  40. nuhun

    • sama-sama.

  41. pak minta tolong dunk saya ada tugas nie…
    1.adakah sifat hakikat manusia yg tidak terbuka kemungkinan nya untuk di kembangkan melalui pendidikan. jika ada yg mana saja dan berikan alasan nya.
    2.dari semua sifat hakikat manusia manakah yg anda rasa belum mantap sebagai calon guru.
    3.upaya apa yg perlu anda kerjakan untuk memantapkan nya.
    4.apa akibatnya jika pengembangan tingkah laku calon guru secara horizontal tidak di kerjakan dengan baik ?
    5.apa pula akibatnya jika hal demikian itu terjadi pada pengenbangan tingkah laku secara vertikal?

    tolong pak dibalas lewat email saya…

    sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih….

    • tolong ya pak…
      soal nya tugas mau dikumpul dalam minggu” ini…
      saya sudah cari artikel” yang sesuai dengan pertanyaan tersebut tapi tidak mendapatkan hasil…

    • kami mengalami hal yg sama adakah jawabannya?? share please

  42. thx bgt, tp sy msh butuh informasi ttg :
    Hubungan Pendidikan dan Pengajaran
    thx lg.

    • Penagajaran bagian dari pendidikan.
      Pengajaran identik dengan interaksi langsung (tatap muka) antara pembelajar dengan pebelajar.

  43. Terima kasih artikelnya bagus banget

    • @ Yadi
      Terima kasih sudah berkunjung di blog saya

  44. Thankz
    artikelnya…
    tpi aq juga butuh materi tentang keterkaitan antara pengajaran dan pendidikan

    • @ Ebi
      Pengajaran identik dengan adanya tatap muka (pertemuan di kelas). Pengajaran adalah bagian dari pendidikan. Pengajaran adalah cara/jalan untuk mencapai tujuan pendidikan.

      Pendidikan adalah upaya sistematis dalam memanusiakan-manusia, nah salah satu caranya adalah melalui pengajaran.

  45. it’s so useful..

  46. apa sih prinsip-prinsip yang terkandung di dalam pendidikan?

  47. trim’s ya pak artikelnya, sangat membantu,,,,,,,,,,

  48. Pengertian dan Unsur-Unsur Pendidikan
    July 11, 2008 — Hartoto

    Seorang calon pendidik hanya dapat melaksanakan tugasnya denga nbaik jika memperoleh jawaban yang jelas dan benar tentang apa yang dimaksud pendidikan. Jawaban yang benar tentang pendidikan diperoleh melalui pemahaman terhadap unsur-unsurnya, konsepdasar yang melandasinya, dan wujud pendidikan sebagi sistem. Bab II ini akan mengkaji pengertian pendidikan,unsur-unsur pendidikan, dan sistem pendidikan.

    A. PENGERTIAN PENDIDIKAN

    1. Batasan tentang Pendidikan

    Batasan tentang pendidikan yang dibuat oleh para ahli beraneka ragam, dan kandungannya berbeda yang satu dari yang lain. Perbedaan tersebut mungkin karena orientasinya, konsep dasar yang digunakan, aspek yang menjadi tekanan, atau karena falsafah yang melandasinya.

    a. Pendidikan sebagai Proses transformasi Budaya

    Sebagai proses transformasi budaya, pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. Nilai-nilai budaya tersebut mengalami proses transformasi dari generasi tua ke generasi muda. Ada tiga bentuk transformasi yaitu nilai-nilai yang masih cocok diteruskan misalnya nilai-nilai kejujuran, rasa tanggung jawab, dan lain-lain.

    b. Pendidikan sebagai Proses Pembentukan Pribadi

    Sebagai proses pembentukan pribadi, pendidikan diartikan sebagi suatu kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik. Proses pembentukan pribadi melalui 2 sasaran yaitu pembentukan pribadi bagi mereka yang belum dewasa oleh mereka yang sudah dewasa dan bagi mereka yang sudah dewasa atas usaha sendiri.

    c. Pendidikan sebagai Proses Penyiapan Warganegara

    Pendidikan sebagai penyiapan warganegara diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga negara yang baik.

    d. Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga Kerja

    Pendidikan sebagai penyimpana tenaga kerja diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga memiliki bekal dasar utuk bekerja. Pembekalan dasar berupa pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan kerja pada calon luaran. Ini menjadi misi penting dari pendidikan karena bekerja menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia.

    e. Definisi Pendidikan Menurut GBHN

    GBHN 1988(BP 7 pusat, 1990: 105) memberikan batasan tentang pendidikan nasional sebagai berikut: pendidikan nasiaonal yang berakar pada kebudayaan bangsa indonesia dan berdasarkan pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945 diarahkan untuk memingkatkan kecerdasan serta dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.

    2. Tujuan dan proses Pendidikan

    a. Tujuan pendidikan

    Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah untuk kehidupan. Pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dazn merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan.

    b. Proses pendidikan

    Proses pendidikan merupakan kegiatan mobilitas segenap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan, Kualitas proses pendidikan menggejala pada dua segi, yaitu kualitas komponen dan kualitas pengelolaannya , pengelolaan proses pendidikan meliputi ruang lingkup makro, meso, mikro. Adapun tujuan utama pemgelolaan proses pendidikan yaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman belajar yang optimal.

    3. Konsep Pendidikan Sepanjang Hayat (PSH)

    PSH bertumpu pada keyakinan bahwa pendidikan itu tidak identik dengan persekolahan, PSH merupakan sesuatu proses berkesinambungan yang berlangsung sepanjang hidup. Ide tentang PSH yang hampir tenggelam, yang dicetuskan 14 abad yang lalu, kemudian dibangkitkan kembali oleh comenius 3 abad yang lalu (di abad 16). Selanjutnya PSH didefenisikan sebagai tujuan atau ide formal untuk pengorganisasian dan penstrukturan pengalaman pendidikan. Pengorganisasian dan penstruktursn ini diperluas mengikuti seluruh rentangan usia, dari usia yang paling muda sampai paling tua.(Cropley:67)

    Berikut ini merupakan alasan-alasan mengapa PSH diperlukan:

    a. Rasional

    b. Alasan keadilan

    c. Alasan ekonomi

    d. Alasan faktor sosial yang berhubungan dengan perubahan peranan keluarga, remaja, dan emansipasi wanita dalam kaitannya dengan perkembangan iptek

    e. Alasan perkembangan iptek

    f. Alasan sifat pekerjaan

    4. Kemandirian dalam belajar

    a. Arti dan perinsip yang melandasi

    Kemandirian dalam belajar diartikan sebagai aktivitas belajar yang berlangsungnya lebih didorong oleh kamauan sendiri, pilihan sendiri, dan tanggung jawab sendiri dari pembelajaran. Konsep kemandirian dalam belajar bertumpu pada perinsip bahwa individu yang belajar akan sampai kepada perolehan hasil belajar.

    b. ­Alasan yang menopang

    Conny Semiawan, dan kawan-kawan (Conny S. 1988; 14-16) mengemukakan alasan sebagai berikut:

    Ø Perkembangan iptek berlangsung semakin pesat sehingga tidak mungkin lagi para pendidik(khususnya guru) mengajarkan semua konsep dan fakta kepada peserta didik.

    Ø Penemuan iptek tidak mutlak benar 100%, sifatnya relatif.

    Ø Para ahli psikologi umumnya sependapat, bahwa peserta didik mudah memahami konsep-konsep yang rumit dan abstrak jika disertai dengan contoh-contoh konkret dan wajar sesuai dengan situasi dan kondidi yang dihadapi dengan mengalami atau mempraktekannya sendiri.

    Ø Dalam proses pendidikan dan pembelajaran pengembangan konsep seyogyanya tidak dilepaskan dari pengembangan sikap dan penanaman nilai-nilai ke dalam diri peserta didik.

    B. UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN

    Proses pendidikan melibatkan banyak hal yaitu:

    1. Subjek yang dibimbing (peserta didik).

    2. Orang yang membimbing (pendidik)

    3. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif)

    4. Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan)

    5. Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan)

    6. Cara yang digunakan dalam bimbingan (alat dan metode)

    7. Tempat dimana peristiwa bimbingan berlangsung (lingkungan pendidikan)

    Penjelasan:

    1. Peserta Didik

    Peserta didik berstatus sebagai subjek didik. Pandangan modern cenderung menyebutkan demikian oleh karena peserta didik adalah subjek atau pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya.

    Ciri khas peserta didik yang perlu dipahami oleh pendidik ialah:

    a. Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas, sehingga merupakan insan yang unik.

    b. Individu yang sedang berkembang.

    c. Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi.

    d. Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri.

    2. Orang yang membimbing (pendidik)

    Yang dimaksud pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. Peserta didik mengalami pendidikannya dalam tiga lingkunga yaitu lingkungankeluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masayarakat. Sebab itu yang bertanggung jawab terhadap pendidikan ialah orang tua, guru, pemimpin program pembelajaran, latihan, dan masyarakat.

    3. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif)

    Interaksi edukatif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antara peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan. Pencapaian tujuan pendidikan secara optimal ditempuh melalui proses berkomunikasi intensif dengan manipulasi isi, metode, serta alat-alat pendidikan.

    4. Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan)

    a. Alat dan Metode

    Alat dan metode diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Secara khusus alat melihat jenisnya sedangkan metode melihat efisiensi dan efektifitasnya. Alat pendidikan dibedakan atas alat yang preventif dan yang kuratif.

    b. Tempat Peristiwa Bimbingan Berlangsung (lingkungan pendidikan)

    Lingkungan pendidikan biasanya disebut tri pusat pendidikan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.

    C. PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM

    1. Pengertian Sistem

    Beberapa definisi sitem menurut para ahli:

    a. Sistem adalah suatu kebulatan keseluruhan yang kompleks atau terorganisir; suatu himpunan atau perpaduan hal-hal atau bagian-bagian yang membentuk suatu kebulatan/keseluruhan yang kompleks atau utuh. (Tatang M. Amirin, 1992:10)

    b. Sistem meruapakan himpunan komponen yang saling berkaitan yang bersama-sama berfungsi untuk mencapai suatu tujuan. (Tatang Amirin, 1992:10)

    c. Sistem merupakan sehimpunan komponen atau subsistem yang terorganisasikan dan berkaitan sesuai rencana untuk mencapai suatu tujuan tertentu. (Tatang Amirin, 1992:11)

    2. Komponen dan Saling Hubungan antara Komponen dalam Sistem Pendidikan.

    Pendidikan sebagai sebuah sistem terdiri dari sejumlah komponen. Komponen tersebut antara lain: raw input (sistem baru), output(tamatan), instrumentalinput(guru, kurikulum), environmental input(budaya, kependudukan, politik dan keamanan).

    3. Hubungan Sistem Pendidikan dengan Sitem Lain dan Perubahan Kedudukan dari Sistem

    Sistem pendidikan dapat dilihat dalam ruang lingkup makro. Sebagai subsistem, bidang ekonomi, pendidikan,dan politik masing-masing-masing sebagai sistem. Pendidikan formal, nonformal, dan informal merupakan subsistem dari bidang pendidikan sebagai sistem dan seterusnya.

    4. Pemecahan masalah pendidikan secara sistematik.

    a. Cara memandang sistem

    Perubahan cara memandang suatu status dari komponen menjadi sitem ataupunsebaliknya suatu sitem menjadi komponen dari sitem yang lebih besar, tidak lain daripada perubahan cara memandang ruang lingkup suatu sitem atau dengan kata lain ruang lingkup suatu permasalahan.

    b. Masalah berjenjang

    Semua masalah tersebut satu sama lain saling berkaitan dalam hubungan sebab akibat, alternatif maslah, dan latar belakang masalah.

    c. Analisis sitem pendidikan

    Penggunaan analisis sistem dalam pendidikan dimaksudkan untuk memaksimalkan pencapaian tujuan pendidikan dengan cara yang efesien dan efektif. Prinsip utama dari penggunaan analisis sistem ialah: bahwa kita dipersyaratkan untuk berpikir secra sistmatik, artinya harus memperhitungkan segenap komponen yang terlibat dalam maslah pendidikan yang akan dipecahkan.

    d. Saling hubungan antarkomponen

    Komponen-komponen yang baik menunjang terbentuknya suatu sistem yang baik. Tetapi komponen yang baik saja belum menjamin tercapainya tujuan sistem secara optimal, manakala komponen tersebut tidak berhibungan secra fungsional dengan komponen lain.

    e. ­Hubungan sitem dengan suprasistem

    Dalam ruang lingkup besar terlihat pula sistem yang satu saling berhubungan dengan sistem yang lain. Hal ini wajar, oleh karena pada dasarnya setiap sistem itu hanya merupakan satu aspek dari kehidupan. Sdangkan segenap segi kehidupan itu kita butuhkan, sehingga semuanya memerlukan pembinaandan pengembangan.

    5. Keterkaitan antara pengajaran dan pendidikan

    Kesimpulan yang dapat ditarik dari persoalan pengajaran dan pendidikan adalah:

    a. pengajaran dan pendidikan dapat dibedakan, tetapi tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Masing-masing saling mengisis.

    b. Pembedaan dilakukan hanya untuk kepentingan analisis agar masing-masing dapat dipahami lebih baik.

    c. Pendidikan modern lebih cenderung mengutamakan pendidikan, sebab pendidikan membentuk wadah, sedangkan pengajaran mengusahakan isinya. Wadah harus menetap meskipun isi bervariasi dan berubah.

    6. Pendidikan prajabatan (preservice education) dan pendidikan dalam jabatan (inservice education) sebagai sebuah sistem.

    Pendidikan prajabatan berfungsi memberikan bekal secara formal kepada calon pekerja dalam bidang tertentu dalam periode waktu tertentu. Sedangkan pendidikan dalam jabatan bermaksud memberikan bekal tambahan kepada oramg-orang yang telah bekerja berupa penataran, kursus-kursus, dan lain-lain. Dengan kata lain pendidikan prajabatan hanya memberikan bekal dasar, sedangkan bekal praktis yang siap pakai diberikan oleh pendidikan dalam jabatan.

    7. Pendidikan formal, non-formal, dan informal sebagai sebuah sistem.

    Pendidikan formal yang sering disebut pendidikan persekolahan, berupa rangkaian jenjang pedidikan yang telah baku, misalnya SD,SMP,SMA, dan PT. Pendidikan nonformal lebih difokuskan pada pemberian keahlian atau skill guna terjun ke masyarakat. Pendidikan informal adalah suatu fase pendidikan yang berada di samping pendidikan formal dan nonformal.

    ­Dapat disimpulkan bahwa pendidikan formal, nonformal, dan informal ketiganya hanya dapat dibedakan tetapi sulit dipisah-pisahkan karena keberhasilan pendidikan dalam arti terwujudnya keluaran pendidikan yang berupa sumberdaya manusia sangat bergantung kepada sejauh mana ketiga sub-sistem tersebut berperanan.

    Sumber Bacaan: Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

    KARTIKA ZULIATI/ 09.1.01.01.0631/2009

  49. tanks so much for u cos I’m very happy with u explains…

  50. Thx very much.. Coz u’ve helped me to made a paper..!!! :)

  51. makasih ya…nie sngat ngebantu drku bangeet untuk mencr bahan bacaan buat tugas kuliah diriku terutama tntng pendidikan

    • sama sama. senang bisa membantu

  52. trima kasih share nya..

    saya minta untk ref. tgs sy y..

    • @ Tita

      Ok.

  53. pak tlg sya donk,,,

    sya ad tugs bkin mkalah tentang PSIKOLOGI PENDIDIKAN DIKAITKAN DENGAN PENDIDIKAN NASIONAL,,,

    sya dah cari dibuku,,,
    di internet,,,
    te2p aj g ad…
    wktunya tgl 4 hari lg pak,,,
    sya mhon bantuannya pak,,,,

  54. mantap…………………………..

  55. makasih mas artikelnya, kunjungin blog sy y… :-)

  56. thanks bantuannya

  57. wah saya punya bukunya ini tapi saya butuh ringkasannya.
    trimakasih banyak pak….

  58. wah terimaksih pak, sangat membantu saya dalam proses pembuatan tinjauan pustaka..

  59. mkch ea . . . .
    Ngebuwantu bngd ngrjaen tgas pengantar pndidikan.

  60. Thank’s banget tuk materinya… pokoknya sip dech ….

  61. Thank’s banget tuk materinya… pokoknya beres deh tugas kuliah ….

  62. pak mau tanya .
    apa akibatnya jika pengembangan tingkah laku calon guru secara horizontal tidak terkerjakan dengan baik ?
    apa pula akibatnya jika hal demikian itu terjadi pada pengembangan tingkah laku secara vertikal ?

    mohon di bantu ya pak….

  63. terima kasih materi ini dapat membantu semua unsur baik mahasiswa atau guru yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. tetapi saya ada saran bagan bagan seperti contoh sistem pendidikan misalnya dapat ditampilkan. terima kasihbanyak.

  64. pak saiia mo nanya pa latar belakang terbentuknya unsur2 pendidikan,,!!!

  65. pada dasarnya pengertian pendidikan yang dikemukakan para ahli memiliki kesamaan yaitu usaha sadar, terencana, sistematis, berlangsung terus-menerus, dan menuju kedewasaan,tolong penjelasannya pak….?

  66. terima kasih

  67. [...] http://fatamorghana.wordpress.com/2008/07/11/bab-ii-pengertian-dan-unsur-unsur-pendidikan/ [...]

  68. [...] http://fatamorghana.wordpress.com/2008/07/11/bab-ii-pengertian-dan-unsur-unsur-pendidikan/ [...]

  69. terima kasi blog ini sangat berguna

    • @ rani. sama-sama

  70. After looking into a handful of the blog articles on your web
    site, I really like your technique of blogging. I bookmarked
    it to my bookmark site list and will be checking back soon.

    Please visit my web site as well and let me know your opinion.

  71. I was suggested this website via my cousin. I’m not certain whether this publish is written via him as no one else know such precise approximately my difficulty. You’re amazing!
    Thanks!

  72. penjelasan yg singkat jelas dan padat. trims..

  73. I got this web page from my pal who told me concerning this web site and now this time I am visiting
    this site and reading very informative content at this time.

  74. Howdy I am so happy I found your web site, I really found you by accident, while I was searching on Digg
    for something else, Nonetheless I am here now and would just like to say thanks for a marvelous post and
    a all round exciting blog (I also love the theme/design), I don’t have
    time to go through it all at the minute but I have book-marked it and also added in your
    RSS feeds, so when I have time I will be back
    to read a lot more, Please do keep up the great work.

  75. Hi there, this weekend is pleasant in favor of me, for the
    reason that this moment i am reading this enormous educational paragraph
    here at my home.

  76. I like the valuable information you provide in your articles.
    I will bookmark your weblog and check again here regularly.

    I’m quite sure I’ll learn plenty of new stuff right
    here! Good luck for the next!

  77. My brother suggested I might like this web site. He was totally right.
    This post actually made my day. You can not imagine simply how much time I
    had spent for this information! Thanks!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 36 other followers

%d bloggers like this: