Seorang calon pendidik hanya dapat melaksanakan tugasnya denga nbaik jika memperoleh jawaban yang jelas dan benar tentang apa yang dimaksud pendidikan. Jawaban yang benar tentang pendidikan diperoleh melalui pemahaman terhadap unsur-unsurnya, konsepdasar yang melandasinya, dan wujud pendidikan sebagi sistem. Bab II ini akan mengkaji pengertian pendidikan,unsur-unsur pendidikan, dan sistem pendidikan.
A. PENGERTIAN PENDIDIKAN
1. Batasan tentang Pendidikan
Batasan tentang pendidikan yang dibuat oleh para ahli beraneka ragam, dan kandungannya berbeda yang satu dari yang lain. Perbedaan tersebut mungkin karena orientasinya, konsep dasar yang digunakan, aspek yang menjadi tekanan, atau karena falsafah yang melandasinya.
a. Pendidikan sebagai Proses transformasi Budaya
Sebagai proses transformasi budaya, pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. Nilai-nilai budaya tersebut mengalami proses transformasi dari generasi tua ke generasi muda. Ada tiga bentuk transformasi yaitu nilai-nilai yang masih cocok diteruskan misalnya nilai-nilai kejujuran, rasa tanggung jawab, dan lain-lain.
b. Pendidikan sebagai Proses Pembentukan Pribadi
Sebagai proses pembentukan pribadi, pendidikan diartikan sebagi suatu kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik. Proses pembentukan pribadi melalui 2 sasaran yaitu pembentukan pribadi bagi mereka yang belum dewasa oleh mereka yang sudah dewasa dan bagi mereka yang sudah dewasa atas usaha sendiri.
c. Pendidikan sebagai Proses Penyiapan Warganegara
Pendidikan sebagai penyiapan warganegara diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga negara yang baik.
d. Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga Kerja
Pendidikan sebagai penyimpana tenaga kerja diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga memiliki bekal dasar utuk bekerja. Pembekalan dasar berupa pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan kerja pada calon luaran. Ini menjadi misi penting dari pendidikan karena bekerja menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia.
e. Definisi Pendidikan Menurut GBHN
GBHN 1988(BP 7 pusat, 1990: 105) memberikan batasan tentang pendidikan nasional sebagai berikut: pendidikan nasiaonal yang berakar pada kebudayaan bangsa indonesia dan berdasarkan pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945 diarahkan untuk memingkatkan kecerdasan serta dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
2. Tujuan dan proses Pendidikan
a. Tujuan pendidikan
Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah untuk kehidupan. Pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dazn merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan.
b. Proses pendidikan
Proses pendidikan merupakan kegiatan mobilitas segenap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan, Kualitas proses pendidikan menggejala pada dua segi, yaitu kualitas komponen dan kualitas pengelolaannya , pengelolaan proses pendidikan meliputi ruang lingkup makro, meso, mikro. Adapun tujuan utama pemgelolaan proses pendidikan yaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman belajar yang optimal.
3. Konsep Pendidikan Sepanjang Hayat (PSH)
PSH bertumpu pada keyakinan bahwa pendidikan itu tidak identik dengan persekolahan, PSH merupakan sesuatu proses berkesinambungan yang berlangsung sepanjang hidup. Ide tentang PSH yang hampir tenggelam, yang dicetuskan 14 abad yang lalu, kemudian dibangkitkan kembali oleh comenius 3 abad yang lalu (di abad 16). Selanjutnya PSH didefenisikan sebagai tujuan atau ide formal untuk pengorganisasian dan penstrukturan pengalaman pendidikan. Pengorganisasian dan penstruktursn ini diperluas mengikuti seluruh rentangan usia, dari usia yang paling muda sampai paling tua.(Cropley:67)
Berikut ini merupakan alasan-alasan mengapa PSH diperlukan:
a. Rasional
b. Alasan keadilan
c. Alasan ekonomi
d. Alasan faktor sosial yang berhubungan dengan perubahan peranan keluarga, remaja, dan emansipasi wanita dalam kaitannya dengan perkembangan iptek
e. Alasan perkembangan iptek
f. Alasan sifat pekerjaan
4. Kemandirian dalam belajar
a. Arti dan perinsip yang melandasi
Kemandirian dalam belajar diartikan sebagai aktivitas belajar yang berlangsungnya lebih didorong oleh kamauan sendiri, pilihan sendiri, dan tanggung jawab sendiri dari pembelajaran. Konsep kemandirian dalam belajar bertumpu pada perinsip bahwa individu yang belajar akan sampai kepada perolehan hasil belajar.
b. Alasan yang menopang
Conny Semiawan, dan kawan-kawan (Conny S. 1988; 14-16) mengemukakan alasan sebagai berikut:
Ø Perkembangan iptek berlangsung semakin pesat sehingga tidak mungkin lagi para pendidik(khususnya guru) mengajarkan semua konsep dan fakta kepada peserta didik.
Ø Penemuan iptek tidak mutlak benar 100%, sifatnya relatif.
Ø Para ahli psikologi umumnya sependapat, bahwa peserta didik mudah memahami konsep-konsep yang rumit dan abstrak jika disertai dengan contoh-contoh konkret dan wajar sesuai dengan situasi dan kondidi yang dihadapi dengan mengalami atau mempraktekannya sendiri.
Ø Dalam proses pendidikan dan pembelajaran pengembangan konsep seyogyanya tidak dilepaskan dari pengembangan sikap dan penanaman nilai-nilai ke dalam diri peserta didik.
B. UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN
Proses pendidikan melibatkan banyak hal yaitu:
1. Subjek yang dibimbing (peserta didik).
2. Orang yang membimbing (pendidik)
3. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif)
4. Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan)
5. Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan)
6. Cara yang digunakan dalam bimbingan (alat dan metode)
7. Tempat dimana peristiwa bimbingan berlangsung (lingkungan pendidikan)
Penjelasan:
1. Peserta Didik
Peserta didik berstatus sebagai subjek didik. Pandangan modern cenderung menyebutkan demikian oleh karena peserta didik adalah subjek atau pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya.
Ciri khas peserta didik yang perlu dipahami oleh pendidik ialah:
a. Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas, sehingga merupakan insan yang unik.
b. Individu yang sedang berkembang.
c. Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi.
d. Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri.
2. Orang yang membimbing (pendidik)
Yang dimaksud pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. Peserta didik mengalami pendidikannya dalam tiga lingkunga yaitu lingkungankeluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masayarakat. Sebab itu yang bertanggung jawab terhadap pendidikan ialah orang tua, guru, pemimpin program pembelajaran, latihan, dan masyarakat.
3. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif)
Interaksi edukatif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antara peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan. Pencapaian tujuan pendidikan secara optimal ditempuh melalui proses berkomunikasi intensif dengan manipulasi isi, metode, serta alat-alat pendidikan.
4. Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan)
a. Alat dan Metode
Alat dan metode diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Secara khusus alat melihat jenisnya sedangkan metode melihat efisiensi dan efektifitasnya. Alat pendidikan dibedakan atas alat yang preventif dan yang kuratif.
b. Tempat Peristiwa Bimbingan Berlangsung (lingkungan pendidikan)
Lingkungan pendidikan biasanya disebut tri pusat pendidikan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.
C. PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM
1. Pengertian Sistem
Beberapa definisi sitem menurut para ahli:
a. Sistem adalah suatu kebulatan keseluruhan yang kompleks atau terorganisir; suatu himpunan atau perpaduan hal-hal atau bagian-bagian yang membentuk suatu kebulatan/keseluruhan yang kompleks atau utuh. (Tatang M. Amirin, 1992:10)
b. Sistem meruapakan himpunan komponen yang saling berkaitan yang bersama-sama berfungsi untuk mencapai suatu tujuan. (Tatang Amirin, 1992:10)
c. Sistem merupakan sehimpunan komponen atau subsistem yang terorganisasikan dan berkaitan sesuai rencana untuk mencapai suatu tujuan tertentu. (Tatang Amirin, 1992:11)
2. Komponen dan Saling Hubungan antara Komponen dalam Sistem Pendidikan.
Pendidikan sebagai sebuah sistem terdiri dari sejumlah komponen. Komponen tersebut antara lain: raw input (sistem baru), output(tamatan), instrumentalinput(guru, kurikulum), environmental input(budaya, kependudukan, politik dan keamanan).
3. Hubungan Sistem Pendidikan dengan Sitem Lain dan Perubahan Kedudukan dari Sistem
Sistem pendidikan dapat dilihat dalam ruang lingkup makro. Sebagai subsistem, bidang ekonomi, pendidikan,dan politik masing-masing-masing sebagai sistem. Pendidikan formal, nonformal, dan informal merupakan subsistem dari bidang pendidikan sebagai sistem dan seterusnya.
4. Pemecahan masalah pendidikan secara sistematik.
a. Cara memandang sistem
Perubahan cara memandang suatu status dari komponen menjadi sitem ataupunsebaliknya suatu sitem menjadi komponen dari sitem yang lebih besar, tidak lain daripada perubahan cara memandang ruang lingkup suatu sitem atau dengan kata lain ruang lingkup suatu permasalahan.
b. Masalah berjenjang
Semua masalah tersebut satu sama lain saling berkaitan dalam hubungan sebab akibat, alternatif maslah, dan latar belakang masalah.
c. Analisis sitem pendidikan
Penggunaan analisis sistem dalam pendidikan dimaksudkan untuk memaksimalkan pencapaian tujuan pendidikan dengan cara yang efesien dan efektif. Prinsip utama dari penggunaan analisis sistem ialah: bahwa kita dipersyaratkan untuk berpikir secra sistmatik, artinya harus memperhitungkan segenap komponen yang terlibat dalam maslah pendidikan yang akan dipecahkan.
d. Saling hubungan antarkomponen
Komponen-komponen yang baik menunjang terbentuknya suatu sistem yang baik. Tetapi komponen yang baik saja belum menjamin tercapainya tujuan sistem secara optimal, manakala komponen tersebut tidak berhibungan secra fungsional dengan komponen lain.
e. Hubungan sitem dengan suprasistem
Dalam ruang lingkup besar terlihat pula sistem yang satu saling berhubungan dengan sistem yang lain. Hal ini wajar, oleh karena pada dasarnya setiap sistem itu hanya merupakan satu aspek dari kehidupan. Sdangkan segenap segi kehidupan itu kita butuhkan, sehingga semuanya memerlukan pembinaandan pengembangan.
5. Keterkaitan antara pengajaran dan pendidikan
Kesimpulan yang dapat ditarik dari persoalan pengajaran dan pendidikan adalah:
a. pengajaran dan pendidikan dapat dibedakan, tetapi tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Masing-masing saling mengisis.
b. Pembedaan dilakukan hanya untuk kepentingan analisis agar masing-masing dapat dipahami lebih baik.
c. Pendidikan modern lebih cenderung mengutamakan pendidikan, sebab pendidikan membentuk wadah, sedangkan pengajaran mengusahakan isinya. Wadah harus menetap meskipun isi bervariasi dan berubah.
6. Pendidikan prajabatan (preservice education) dan pendidikan dalam jabatan (inservice education) sebagai sebuah sistem.
Pendidikan prajabatan berfungsi memberikan bekal secara formal kepada calon pekerja dalam bidang tertentu dalam periode waktu tertentu. Sedangkan pendidikan dalam jabatan bermaksud memberikan bekal tambahan kepada oramg-orang yang telah bekerja berupa penataran, kursus-kursus, dan lain-lain. Dengan kata lain pendidikan prajabatan hanya memberikan bekal dasar, sedangkan bekal praktis yang siap pakai diberikan oleh pendidikan dalam jabatan.
7. Pendidikan formal, non-formal, dan informal sebagai sebuah sistem.
Pendidikan formal yang sering disebut pendidikan persekolahan, berupa rangkaian jenjang pedidikan yang telah baku, misalnya SD,SMP,SMA, dan PT. Pendidikan nonformal lebih difokuskan pada pemberian keahlian atau skill guna terjun ke masyarakat. Pendidikan informal adalah suatu fase pendidikan yang berada di samping pendidikan formal dan nonformal.
Dapat disimpulkan bahwa pendidikan formal, nonformal, dan informal ketiganya hanya dapat dibedakan tetapi sulit dipisah-pisahkan karena keberhasilan pendidikan dalam arti terwujudnya keluaran pendidikan yang berupa sumberdaya manusia sangat bergantung kepada sejauh mana ketiga sub-sistem tersebut berperanan.
Sumber Bacaan: Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Download Versi Microsoft OfficeWord:hartoto-bab-ii-pengertian-dan-unsur-unsur-pendidikan1
sangat bagus
By: ri_zahari on 08/04/2008
at 1:58 am
sipppp
By: dindaa on 10/25/2008
at 7:53 am
terima kasih
By: Hartoto on 11/01/2008
at 2:29 am
tpi nda ada soal2x
By: rahmat on 02/02/2011
at 12:38 pm
terima kasih
By: elo on 11/04/2008
at 7:49 am
ngebantu w bgt nee pas bqin tgz pengantar ilmu pendidikan
By: afri_hucuwh on 11/09/2008
at 4:41 am
[at] afri_hucuwh, sama-sama. senang bisa membantu
By: Hartoto on 11/11/2008
at 1:32 pm
Thanks for your explain mr.
Its very exiting n importent for all people,exactly for my self.
But,i ask you….how to describe the draft education”konsep pendidikan” at general n private.
By: Obby on 11/13/2008
at 5:22 am
@ obby
thanks for you attention
By: Hartoto on 11/22/2008
at 1:23 pm
mantap..
By: apri on 12/21/2008
at 2:45 pm
terima kasih, silahkan masukkan saran dan kritik anda di blog ini…
By: Hartoto on 12/24/2008
at 2:48 am
pak mo nyak,,apa pendapat n jelaskan tentang latar belakang dan tujuan unsur2 pendidikan,,,!!!!!!!!!!!!!!!
ayo geenk
By: SATRIA on 10/20/2011
at 4:09 am
tq sooooooooooooooo much !! ^^
By: gaby on 01/03/2009
at 9:47 am
Saya sangat terbantu dalam mencari bahan.. tx ya…
By: Alkifah on 02/12/2009
at 6:13 am
Terima kasih. Senag bisa membantu
By: Hartoto on 02/12/2009
at 1:11 pm
thanks sangat membantu sekali…
By: yorasaki on 02/23/2009
at 8:40 am
Makasih tuk informasinya, karena sangat membantu sbg calon guru. Doanya…
Smg sukses!
ditunggu yang lainnya, he.he….
By: dodon on 03/13/2009
at 12:23 pm
bagus banget tu informasinya..
bisa donk share infonya..
By: adink on 03/22/2009
at 3:22 am
[...] http://fatamorghana.wordpress.com/2008/07/11/bab-ii-pengertian-dan-unsur-unsur-pendidikan/ [...]
By: CERDIK (Cara bERinternet Dengan baIK ) | kuliah online teknologi pendidikan on 03/22/2009
at 1:50 pm
Salut..! Dan terima kasih tulisan anda sangat membantu kami…
By: AKITEPHOS on 03/25/2009
at 6:47 am
thanks ya….
By: novi on 03/31/2009
at 11:14 am
Sama-sama
By: Hartoto on 04/01/2009
at 2:37 pm
.makasie. . . . ,
.ak jd gampang nyari bhan bwt tugasku, . ,
By: ratih on 04/01/2009
at 9:31 am
Sama-sama. yang penting cantumkan artikel sumbernya
By: Hartoto on 04/01/2009
at 2:37 pm
thanks bwangettzz za cz pas bwanget boat bahan perdebatan tugas skulq nie
By: e_inun on 04/05/2009
at 11:23 am
Pola pendidikan yang diterapka di Indonesia masih perlu perbaikan karena masih jauh dari sempurna dalam mengusahkan peningkatan mutu pendidikan anak bangsa. UAN hanya menjadi momok yang menakutkan para siswa dan siswi.
By: Lusiana on 04/23/2009
at 11:39 am
Orientasi pendidikan pada prakteknya hanya Teacher Oriented, padahal seharusnya berorientasi apada siswa
By: Hartoto on 04/25/2009
at 2:39 pm
thx…bwt infox…pnting bgt….
lw bsa d tmbah lg y…..
By: Bedha on 05/07/2009
at 4:33 am
it’s very good and I take your explanation for my observation. Thanks a lot..
By: elis on 05/16/2009
at 2:40 am
sorry ya penjelasan unsur pendidikan hanya 4 padahal unsurnya ada 7 yang lain mana ?
maunya kamu, enaknya saja lengkkapi donk, eh itu kan balasan saya koq kamu yang ngomong , hehehe, sorry
By: harto on 06/26/2009
at 6:20 pm
Terima kasih:
5. Materi
Materi adalah sesuatu yang disampaikan. dalam pembelajaran, materi diejawantahkan dalam kurikulum
6. Alat dan metode
Alat berbeda dengan metode. Alat biasanya berbentuk perangkat keras (hardware) dan metode biasanya adalah software (perangkat lunak)
7. Lingkungan
Proses pendidikan dapat terjadi dimana saja. Sampai saat ini terbagi menjadi 3 yang biasa disebut tripusat pendidikan. yaitu sekolah, rumah, dan masyarakat.
Penjelasan tentang lingkungan ada di artikel lain
By: Hartoto on 06/27/2009
at 7:13 am
terus laujutannya kmn…??
tu kAn lom sLsai…??
By: Izma on 08/12/2009
at 2:57 am
Yang bagian Mana, tolong diperjelas
By: Hartoto on 08/13/2009
at 10:06 am
tu kan bab 2 tRz yg bab 3 penutup n kesimpulannya…??
By: Izma on 08/27/2009
at 7:20 am
mn doong, sy lg bth bGt ne…
By: Izma on 09/08/2009
at 2:54 pm
Klik link di bawah ini untuk melhat bab III:
bab III
By: Hartoto on 09/17/2009
at 6:34 am
mantaps…
By: genjuara on 09/26/2009
at 3:22 am
Terima kasih sudah berkunjung di blog saya
By: Hartoto on 09/28/2009
at 6:41 am
its cool………..
By: gio on 09/28/2009
at 3:46 am
Thank You
By: Hartoto on 09/28/2009
at 6:44 am
.eum saya dapat tUgas ne
mencari pengertian pendidikan menurut para ahli,,,
minimal 5 ahli yang saya dapatkan…
tapi saya tidak menemukannya..
bisa bantu saya tidak??
By: okky andini on 10/02/2009
at 1:26 pm
nanti ada artikel khusus yang akan bahas itu
By: Hartoto on 10/04/2009
at 9:30 am
very useful n helpful for my assignment which is talking about education, i’ll contact u if i need ur help directly
By: yiyin on 10/04/2009
at 4:00 am
mmm saya dapat tugas ni
soal lembaga-lembaga pendidikan islam
terus terang saya kurang ngerti
tolongin dong
By: madona on 10/08/2009
at 3:47 am
bagaimana maksudnya?
By: Hartoto on 10/10/2009
at 10:31 pm
tolong diperjelas
By: Hartoto on 10/10/2009
at 10:37 pm
ijin copas kak ya….. lagi bnyak tugas nich….
yang format ppt ada gak? soalnya saya agak kurang mngrti dg power point…. btw, makasih ya…. sangat berguna sekali………
By: jimmy on 10/10/2009
at 11:11 am
Solahkan mengkopi artikel ini dengan tetap mentertakan nama penulis, url sumber, dan tidak mengurangi esensi tulisan
By: Hartoto on 10/10/2009
at 10:38 pm
18 pengertian pendidikan secara lengkap dapat dilihat di
http://fatamorghana.wordpress.com/2009/10/07/pengertian-pendidikan/
By: Hartoto on 10/14/2009
at 5:32 pm
Thank alot 4 Ur info, it’s very useful for my “landasan pendidikan” exam.
By: O' Agam Aceh on 10/19/2009
at 1:34 pm
Sama-sama. Salam kenal. Sukses untuk Anda
By: Hartoto on 10/22/2009
at 2:41 am
tulis lagi dunk tentang “pendidikan sebagai modal sosial dan modal pembangunan”
By: Otin on 10/19/2009
at 1:37 pm
Kata kuncinya…..
Pendidikan adalah jembatan perubahan sosial. melalui pendidikan seseorang dapat berpindah dari strata sosial yang satu ke yang lain (diatasnya). Info lebih lanjut, silahkan buka elearning kami di http://elearning.tekpend-unm.com
By: Hartoto on 10/22/2009
at 2:44 am
makasih ya atas tulisannya.
bantu banget makasih
By: fat fat on 10/20/2009
at 2:44 pm
Sama-sama. Salam kenal
By: Hartoto on 10/22/2009
at 2:46 am
Assalmlkm…terimakasih bapak atas artikelnya.karna itu mempermudah saya untuk mencari tugas.tapi saya minta maaf sdah tidak sopan.Wasslm.
By: safitri on 10/29/2009
at 12:06 pm
Artikel ini boleh di download dan disebarluaskan, asal tetap menyebutkan nama penulis dan url sumber
By: Hartoto on 11/02/2009
at 5:43 am
Thx ea materinya bantu Va ngerjain tugas…hehe
By: Eva on 11/03/2009
at 3:01 am
sama-sama, yang penting jngan asal copy paste
By: Hartoto on 11/16/2009
at 9:27 pm
THANK YOU VERY MUCH. YOUR WEBSITE IS WONDERFUL BOOK THAT EVER
By: rALAS on 11/12/2009
at 1:58 am
nuhun
By: hilman on 11/14/2009
at 7:33 am
sama-sama.
By: Hartoto on 11/16/2009
at 9:38 pm
pak minta tolong dunk saya ada tugas nie…
1.adakah sifat hakikat manusia yg tidak terbuka kemungkinan nya untuk di kembangkan melalui pendidikan. jika ada yg mana saja dan berikan alasan nya.
2.dari semua sifat hakikat manusia manakah yg anda rasa belum mantap sebagai calon guru.
3.upaya apa yg perlu anda kerjakan untuk memantapkan nya.
4.apa akibatnya jika pengembangan tingkah laku calon guru secara horizontal tidak di kerjakan dengan baik ?
5.apa pula akibatnya jika hal demikian itu terjadi pada pengenbangan tingkah laku secara vertikal?
tolong pak dibalas lewat email saya…
sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih….
By: whennie on 11/17/2009
at 7:36 am
tolong ya pak…
soal nya tugas mau dikumpul dalam minggu” ini…
saya sudah cari artikel” yang sesuai dengan pertanyaan tersebut tapi tidak mendapatkan hasil…
By: whennie on 11/17/2009
at 7:40 am
kami mengalami hal yg sama adakah jawabannya?? share please
By: Fresthy Princ'ss SyahRiieall on 10/29/2012
at 5:33 am
thx bgt, tp sy msh butuh informasi ttg :
Hubungan Pendidikan dan Pengajaran
thx lg.
By: Aisy on 11/19/2009
at 8:26 am
Penagajaran bagian dari pendidikan.
Pengajaran identik dengan interaksi langsung (tatap muka) antara pembelajar dengan pebelajar.
By: Hartoto on 11/23/2009
at 3:57 am
Terima kasih artikelnya bagus banget
By: yadi on 11/23/2009
at 1:19 pm
@ Yadi
Terima kasih sudah berkunjung di blog saya
By: Hartoto on 11/24/2009
at 4:42 am
Thankz
artikelnya…
tpi aq juga butuh materi tentang keterkaitan antara pengajaran dan pendidikan
By: ebi on 11/25/2009
at 1:36 pm
@ Ebi
Pengajaran identik dengan adanya tatap muka (pertemuan di kelas). Pengajaran adalah bagian dari pendidikan. Pengajaran adalah cara/jalan untuk mencapai tujuan pendidikan.
Pendidikan adalah upaya sistematis dalam memanusiakan-manusia, nah salah satu caranya adalah melalui pengajaran.
By: Hartoto on 11/26/2009
at 12:12 am
it’s so useful..
By: rindu on 12/07/2009
at 9:02 am
apa sih prinsip-prinsip yang terkandung di dalam pendidikan?
By: ikalovina on 01/04/2010
at 7:46 am
trim’s ya pak artikelnya, sangat membantu,,,,,,,,,,
By: fredrik on 01/27/2010
at 2:44 am
Pengertian dan Unsur-Unsur Pendidikan
July 11, 2008 — Hartoto
Seorang calon pendidik hanya dapat melaksanakan tugasnya denga nbaik jika memperoleh jawaban yang jelas dan benar tentang apa yang dimaksud pendidikan. Jawaban yang benar tentang pendidikan diperoleh melalui pemahaman terhadap unsur-unsurnya, konsepdasar yang melandasinya, dan wujud pendidikan sebagi sistem. Bab II ini akan mengkaji pengertian pendidikan,unsur-unsur pendidikan, dan sistem pendidikan.
A. PENGERTIAN PENDIDIKAN
1. Batasan tentang Pendidikan
Batasan tentang pendidikan yang dibuat oleh para ahli beraneka ragam, dan kandungannya berbeda yang satu dari yang lain. Perbedaan tersebut mungkin karena orientasinya, konsep dasar yang digunakan, aspek yang menjadi tekanan, atau karena falsafah yang melandasinya.
a. Pendidikan sebagai Proses transformasi Budaya
Sebagai proses transformasi budaya, pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. Nilai-nilai budaya tersebut mengalami proses transformasi dari generasi tua ke generasi muda. Ada tiga bentuk transformasi yaitu nilai-nilai yang masih cocok diteruskan misalnya nilai-nilai kejujuran, rasa tanggung jawab, dan lain-lain.
b. Pendidikan sebagai Proses Pembentukan Pribadi
Sebagai proses pembentukan pribadi, pendidikan diartikan sebagi suatu kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik. Proses pembentukan pribadi melalui 2 sasaran yaitu pembentukan pribadi bagi mereka yang belum dewasa oleh mereka yang sudah dewasa dan bagi mereka yang sudah dewasa atas usaha sendiri.
c. Pendidikan sebagai Proses Penyiapan Warganegara
Pendidikan sebagai penyiapan warganegara diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga negara yang baik.
d. Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga Kerja
Pendidikan sebagai penyimpana tenaga kerja diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga memiliki bekal dasar utuk bekerja. Pembekalan dasar berupa pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan kerja pada calon luaran. Ini menjadi misi penting dari pendidikan karena bekerja menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia.
e. Definisi Pendidikan Menurut GBHN
GBHN 1988(BP 7 pusat, 1990: 105) memberikan batasan tentang pendidikan nasional sebagai berikut: pendidikan nasiaonal yang berakar pada kebudayaan bangsa indonesia dan berdasarkan pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945 diarahkan untuk memingkatkan kecerdasan serta dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
2. Tujuan dan proses Pendidikan
a. Tujuan pendidikan
Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah untuk kehidupan. Pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dazn merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan.
b. Proses pendidikan
Proses pendidikan merupakan kegiatan mobilitas segenap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan, Kualitas proses pendidikan menggejala pada dua segi, yaitu kualitas komponen dan kualitas pengelolaannya , pengelolaan proses pendidikan meliputi ruang lingkup makro, meso, mikro. Adapun tujuan utama pemgelolaan proses pendidikan yaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman belajar yang optimal.
3. Konsep Pendidikan Sepanjang Hayat (PSH)
PSH bertumpu pada keyakinan bahwa pendidikan itu tidak identik dengan persekolahan, PSH merupakan sesuatu proses berkesinambungan yang berlangsung sepanjang hidup. Ide tentang PSH yang hampir tenggelam, yang dicetuskan 14 abad yang lalu, kemudian dibangkitkan kembali oleh comenius 3 abad yang lalu (di abad 16). Selanjutnya PSH didefenisikan sebagai tujuan atau ide formal untuk pengorganisasian dan penstrukturan pengalaman pendidikan. Pengorganisasian dan penstruktursn ini diperluas mengikuti seluruh rentangan usia, dari usia yang paling muda sampai paling tua.(Cropley:67)
Berikut ini merupakan alasan-alasan mengapa PSH diperlukan:
a. Rasional
b. Alasan keadilan
c. Alasan ekonomi
d. Alasan faktor sosial yang berhubungan dengan perubahan peranan keluarga, remaja, dan emansipasi wanita dalam kaitannya dengan perkembangan iptek
e. Alasan perkembangan iptek
f. Alasan sifat pekerjaan
4. Kemandirian dalam belajar
a. Arti dan perinsip yang melandasi
Kemandirian dalam belajar diartikan sebagai aktivitas belajar yang berlangsungnya lebih didorong oleh kamauan sendiri, pilihan sendiri, dan tanggung jawab sendiri dari pembelajaran. Konsep kemandirian dalam belajar bertumpu pada perinsip bahwa individu yang belajar akan sampai kepada perolehan hasil belajar.
b. Alasan yang menopang
Conny Semiawan, dan kawan-kawan (Conny S. 1988; 14-16) mengemukakan alasan sebagai berikut:
Ø Perkembangan iptek berlangsung semakin pesat sehingga tidak mungkin lagi para pendidik(khususnya guru) mengajarkan semua konsep dan fakta kepada peserta didik.
Ø Penemuan iptek tidak mutlak benar 100%, sifatnya relatif.
Ø Para ahli psikologi umumnya sependapat, bahwa peserta didik mudah memahami konsep-konsep yang rumit dan abstrak jika disertai dengan contoh-contoh konkret dan wajar sesuai dengan situasi dan kondidi yang dihadapi dengan mengalami atau mempraktekannya sendiri.
Ø Dalam proses pendidikan dan pembelajaran pengembangan konsep seyogyanya tidak dilepaskan dari pengembangan sikap dan penanaman nilai-nilai ke dalam diri peserta didik.
B. UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN
Proses pendidikan melibatkan banyak hal yaitu:
1. Subjek yang dibimbing (peserta didik).
2. Orang yang membimbing (pendidik)
3. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif)
4. Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan)
5. Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan)
6. Cara yang digunakan dalam bimbingan (alat dan metode)
7. Tempat dimana peristiwa bimbingan berlangsung (lingkungan pendidikan)
Penjelasan:
1. Peserta Didik
Peserta didik berstatus sebagai subjek didik. Pandangan modern cenderung menyebutkan demikian oleh karena peserta didik adalah subjek atau pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya.
Ciri khas peserta didik yang perlu dipahami oleh pendidik ialah:
a. Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas, sehingga merupakan insan yang unik.
b. Individu yang sedang berkembang.
c. Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi.
d. Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri.
2. Orang yang membimbing (pendidik)
Yang dimaksud pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. Peserta didik mengalami pendidikannya dalam tiga lingkunga yaitu lingkungankeluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masayarakat. Sebab itu yang bertanggung jawab terhadap pendidikan ialah orang tua, guru, pemimpin program pembelajaran, latihan, dan masyarakat.
3. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif)
Interaksi edukatif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antara peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan. Pencapaian tujuan pendidikan secara optimal ditempuh melalui proses berkomunikasi intensif dengan manipulasi isi, metode, serta alat-alat pendidikan.
4. Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan)
a. Alat dan Metode
Alat dan metode diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Secara khusus alat melihat jenisnya sedangkan metode melihat efisiensi dan efektifitasnya. Alat pendidikan dibedakan atas alat yang preventif dan yang kuratif.
b. Tempat Peristiwa Bimbingan Berlangsung (lingkungan pendidikan)
Lingkungan pendidikan biasanya disebut tri pusat pendidikan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.
C. PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM
1. Pengertian Sistem
Beberapa definisi sitem menurut para ahli:
a. Sistem adalah suatu kebulatan keseluruhan yang kompleks atau terorganisir; suatu himpunan atau perpaduan hal-hal atau bagian-bagian yang membentuk suatu kebulatan/keseluruhan yang kompleks atau utuh. (Tatang M. Amirin, 1992:10)
b. Sistem meruapakan himpunan komponen yang saling berkaitan yang bersama-sama berfungsi untuk mencapai suatu tujuan. (Tatang Amirin, 1992:10)
c. Sistem merupakan sehimpunan komponen atau subsistem yang terorganisasikan dan berkaitan sesuai rencana untuk mencapai suatu tujuan tertentu. (Tatang Amirin, 1992:11)
2. Komponen dan Saling Hubungan antara Komponen dalam Sistem Pendidikan.
Pendidikan sebagai sebuah sistem terdiri dari sejumlah komponen. Komponen tersebut antara lain: raw input (sistem baru), output(tamatan), instrumentalinput(guru, kurikulum), environmental input(budaya, kependudukan, politik dan keamanan).
3. Hubungan Sistem Pendidikan dengan Sitem Lain dan Perubahan Kedudukan dari Sistem
Sistem pendidikan dapat dilihat dalam ruang lingkup makro. Sebagai subsistem, bidang ekonomi, pendidikan,dan politik masing-masing-masing sebagai sistem. Pendidikan formal, nonformal, dan informal merupakan subsistem dari bidang pendidikan sebagai sistem dan seterusnya.
4. Pemecahan masalah pendidikan secara sistematik.
a. Cara memandang sistem
Perubahan cara memandang suatu status dari komponen menjadi sitem ataupunsebaliknya suatu sitem menjadi komponen dari sitem yang lebih besar, tidak lain daripada perubahan cara memandang ruang lingkup suatu sitem atau dengan kata lain ruang lingkup suatu permasalahan.
b. Masalah berjenjang
Semua masalah tersebut satu sama lain saling berkaitan dalam hubungan sebab akibat, alternatif maslah, dan latar belakang masalah.
c. Analisis sitem pendidikan
Penggunaan analisis sistem dalam pendidikan dimaksudkan untuk memaksimalkan pencapaian tujuan pendidikan dengan cara yang efesien dan efektif. Prinsip utama dari penggunaan analisis sistem ialah: bahwa kita dipersyaratkan untuk berpikir secra sistmatik, artinya harus memperhitungkan segenap komponen yang terlibat dalam maslah pendidikan yang akan dipecahkan.
d. Saling hubungan antarkomponen
Komponen-komponen yang baik menunjang terbentuknya suatu sistem yang baik. Tetapi komponen yang baik saja belum menjamin tercapainya tujuan sistem secara optimal, manakala komponen tersebut tidak berhibungan secra fungsional dengan komponen lain.
e. Hubungan sitem dengan suprasistem
Dalam ruang lingkup besar terlihat pula sistem yang satu saling berhubungan dengan sistem yang lain. Hal ini wajar, oleh karena pada dasarnya setiap sistem itu hanya merupakan satu aspek dari kehidupan. Sdangkan segenap segi kehidupan itu kita butuhkan, sehingga semuanya memerlukan pembinaandan pengembangan.
5. Keterkaitan antara pengajaran dan pendidikan
Kesimpulan yang dapat ditarik dari persoalan pengajaran dan pendidikan adalah:
a. pengajaran dan pendidikan dapat dibedakan, tetapi tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Masing-masing saling mengisis.
b. Pembedaan dilakukan hanya untuk kepentingan analisis agar masing-masing dapat dipahami lebih baik.
c. Pendidikan modern lebih cenderung mengutamakan pendidikan, sebab pendidikan membentuk wadah, sedangkan pengajaran mengusahakan isinya. Wadah harus menetap meskipun isi bervariasi dan berubah.
6. Pendidikan prajabatan (preservice education) dan pendidikan dalam jabatan (inservice education) sebagai sebuah sistem.
Pendidikan prajabatan berfungsi memberikan bekal secara formal kepada calon pekerja dalam bidang tertentu dalam periode waktu tertentu. Sedangkan pendidikan dalam jabatan bermaksud memberikan bekal tambahan kepada oramg-orang yang telah bekerja berupa penataran, kursus-kursus, dan lain-lain. Dengan kata lain pendidikan prajabatan hanya memberikan bekal dasar, sedangkan bekal praktis yang siap pakai diberikan oleh pendidikan dalam jabatan.
7. Pendidikan formal, non-formal, dan informal sebagai sebuah sistem.
Pendidikan formal yang sering disebut pendidikan persekolahan, berupa rangkaian jenjang pedidikan yang telah baku, misalnya SD,SMP,SMA, dan PT. Pendidikan nonformal lebih difokuskan pada pemberian keahlian atau skill guna terjun ke masyarakat. Pendidikan informal adalah suatu fase pendidikan yang berada di samping pendidikan formal dan nonformal.
Dapat disimpulkan bahwa pendidikan formal, nonformal, dan informal ketiganya hanya dapat dibedakan tetapi sulit dipisah-pisahkan karena keberhasilan pendidikan dalam arti terwujudnya keluaran pendidikan yang berupa sumberdaya manusia sangat bergantung kepada sejauh mana ketiga sub-sistem tersebut berperanan.
Sumber Bacaan: Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
KARTIKA ZULIATI/ 09.1.01.01.0631/2009
By: p kuncoyo on 02/27/2010
at 5:19 am
tanks so much for u cos I’m very happy with u explains…
By: liasari on 03/02/2010
at 10:36 am
Thx very much.. Coz u’ve helped me to made a paper..!!!
By: Affan Syahreza on 03/15/2010
at 5:19 pm
makasih ya…nie sngat ngebantu drku bangeet untuk mencr bahan bacaan buat tugas kuliah diriku terutama tntng pendidikan
By: dina on 03/29/2010
at 6:39 pm
sama sama. senang bisa membantu
By: Hartoto on 04/10/2010
at 6:08 pm
trima kasih share nya..
saya minta untk ref. tgs sy y..
By: tita on 07/27/2010
at 6:03 am
@ Tita
Ok.
By: Hartoto on 07/27/2010
at 11:25 am
pak tlg sya donk,,,
sya ad tugs bkin mkalah tentang PSIKOLOGI PENDIDIKAN DIKAITKAN DENGAN PENDIDIKAN NASIONAL,,,
sya dah cari dibuku,,,
di internet,,,
te2p aj g ad…
wktunya tgl 4 hari lg pak,,,
sya mhon bantuannya pak,,,,
By: lilis chusnawati on 08/27/2010
at 6:16 am
mantap…………………………..
By: hans on 10/05/2010
at 3:50 am
makasih mas artikelnya, kunjungin blog sy y…
By: wimbo on 10/10/2010
at 12:59 pm
thanks bantuannya
By: chris on 10/13/2010
at 4:42 am
wah saya punya bukunya ini tapi saya butuh ringkasannya.
trimakasih banyak pak….
By: bima on 10/25/2010
at 5:13 pm
wah terimaksih pak, sangat membantu saya dalam proses pembuatan tinjauan pustaka..
By: Rini on 03/11/2011
at 2:44 pm
mkch ea . . . .
Ngebuwantu bngd ngrjaen tgas pengantar pndidikan.
By: erika on 03/28/2011
at 1:19 pm
Thank’s banget tuk materinya… pokoknya sip dech ….
By: Mr. Ku2raba on 06/14/2011
at 1:52 pm
Thank’s banget tuk materinya… pokoknya beres deh tugas kuliah ….
By: Mr. Ku2raba on 06/14/2011
at 2:00 pm
pak mau tanya .
apa akibatnya jika pengembangan tingkah laku calon guru secara horizontal tidak terkerjakan dengan baik ?
apa pula akibatnya jika hal demikian itu terjadi pada pengembangan tingkah laku secara vertikal ?
mohon di bantu ya pak….
By: novie diamond maghdad on 10/04/2011
at 4:11 pm
terima kasih materi ini dapat membantu semua unsur baik mahasiswa atau guru yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. tetapi saya ada saran bagan bagan seperti contoh sistem pendidikan misalnya dapat ditampilkan. terima kasihbanyak.
By: TB ZULIA FATMALUDIN on 10/10/2011
at 1:50 am
pak saiia mo nanya pa latar belakang terbentuknya unsur2 pendidikan,,!!!
By: 5073nk on 10/20/2011
at 3:52 am
pada dasarnya pengertian pendidikan yang dikemukakan para ahli memiliki kesamaan yaitu usaha sadar, terencana, sistematis, berlangsung terus-menerus, dan menuju kedewasaan,tolong penjelasannya pak….?
By: velove on 01/10/2012
at 4:35 pm
terima kasih
By: joko jaja on 01/17/2012
at 4:01 am
[...] http://fatamorghana.wordpress.com/2008/07/11/bab-ii-pengertian-dan-unsur-unsur-pendidikan/ [...]
By: Pengantar Pendidikan tentang sistem pendidikan nasional « syarifsukses on 02/09/2012
at 1:05 pm
[...] http://fatamorghana.wordpress.com/2008/07/11/bab-ii-pengertian-dan-unsur-unsur-pendidikan/ [...]
By: pengantar pendidikan « syarifsukses on 02/09/2012
at 1:11 pm
terima kasi blog ini sangat berguna
By: rany on 09/12/2012
at 4:29 am
@ rani. sama-sama
By: Hartoto on 09/13/2012
at 6:43 am