Posted by: Hartoto | 03/20/2008

Definisi Sosiologi Pendidikan

Pada dasarnya, sosiologi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sosiologi umum dan sosiologi khusus. Sosiologi umum menyelidiki gejala sosio-kultural secara umum. Sedangkan Sosiologi khusus, yaitu pengkhususan dari sosiologi umum, yaitu menyelidiki suatu aspek kehidupan sosio kultural secara mendalam. Misalnya: sosiologi masayarakat desa, sosiologi masyarakat kota, sosiologi agama, sosiolog hukum, sosiologi pendidikan dan sebagainya.Jadi sosiologi pendidikan merupakan salah satu sosiologi khusus.

Beberapa defenisi sosiologi pendidikan menurut beberapa ahli:

  1. Menurut F.G. Robbins, sosiologi pendidikan adalah sosiologi khusus yang tugasnya menyelidiki struktur dan dinamika proses pendidikan. Struktur mengandung pengertian teori dan filsafat pendidikan, sistem kebudayaan, struktur kepribadian dan hubungan kesemuanya dengantata sosial masyarakat. Sedangkan dinamika yakni proses sosial dan kultural, proses perkembangan kepribadian,dan hubungan kesemuanya dengan proses pendidikan.

  2. Menurut H.P. Fairchild dalam bukunya ”Dictionary of Sociology” dikatakan bahwa sosiologi pendidikan adalah sosiologi yang diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan yang fundamental. Jadi ia tergolong applied sociology.

  3. Menurut Prof. DR S. Nasution,M.A., Sosiologi Pendidikana dalah ilmu yang berusaha untuk mengetahui cara-cara mengendalikan proses pendidikan untuk mengembangkan kepribadian individu agar lebih baik.

  4. Menurut F.G Robbins dan Brown, Sosiologi Pendidikan ialah ilmu yang membicarakan dan menjelaskan hubungan-hubungan sosial yang mempengaruhi individu untuk mendapatkan serta mengorganisasi pengalaman. Sosiologi pendidikan mempelajari kelakuan sosial serta prinsip-prinsip untuk mengontrolnya.

  5. Menurut E.G Payne, Sosiologi Pendidikan ialah studi yang komprehensif tentang segala aspek pendidikan dari segi ilmu sosiologi yang diterapkan.

  6. Menurut Drs. Ary H. Gunawan, Sosiologi Pendidikan ialah ilmu pengetahuan yang berusaha memecahkan masalah-masalah pendidikan dengan analisis atau pendekatan sosiologis.

Dari beberapa defenisi di atas, dapat disimpulkan bahwa sosiologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari seluruh aspek pendidikan, baik itu struktur, dinamika, masalah-masalah pendidikan, ataupun aspek-aspek lainnya secara mendalam melalui analisis atau pendekatan sosiologis.

 

DAFTAR PUSTAKA

H. Gunawan, Ary. 2006. Sosiologi Pendidikan Suatu Analisis Sosiologi tentang Pelbagai Problem Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Hartoto. 2008. Defenisi Sosiologi Pendidikan. Online (http://www.fatamorghana. wordpress.com, diakses 20 Maret 2008).

Download Definisi Sosiologi Pendidikan

About these ads

Responses

  1. makasih infonya

  2. tolong posting juga defifnisi sosiologi kebidanan

  3. Cayoo… UNM

  4. (Dikutip dari: Harian RADAR Banjarmasin, Senin, 16 Juni 2008)

    Strategi Ilmu Sosial Milenium III
    (Kadaluarsa Ilmu: Re-Imagining Sociology)
    Oleh: Qinimain Zain

    FEELING IS BELIEVING. MULANYA teori baru diserang dikatakan tidak masuk akal. Kemudian teori tersebut itu diakui benar, tetapi dianggap remeh. Akhirnya, ketika teori itu sangat penting, para penentang akan segera mengklaim merekalah yang menemukannya (William James).

    KETIKA Dr Heidi Prozesky – sekretaris South African Sociological Association (SASA) meminta TOTAL QINIMAIN ZAIN (TQZ): The Strategic-Tactic-Technique Millennium III Conceptual Framework for Sustainable Superiority (2000) sebagai materi sesi Higher Education and Science Studies pada Konferensi SASA medio 2008 ini, saya tidak terkejut. Paradigma baru The (R)Evolution of Social Science – The New Paradigm Scientific System of Science ini, memang sudah tersebar pada ribuan ilmuwan pada banyak universitas besar di benua Amerika, Afrika, Asia, Eropa dan Australia. Pembicaraan dan pengakuan pentingnya penemuan juga hangat dan mengalir dari mana-mana.

    Contoh, dari sekian banyak masalah telah dipecahkan paradigma ini adalah menjawab debat sengit hingga kini keraguan ilmuwan sosial akan cabang sosiologi sebagai ilmu pengetahuan di berbagai belahan dunia. Tanggal 2-5 Desember 2008 nanti, akan digelar The Annual Conference of The Australian Sociological Association (TASA) 2008 di Australia, dengan tema Re-imagining Sociology. (Judul tema Re-Imagining Sociology, diambil dari judul yang sama buku Steve Fuller (2004), seorang profesor sosiologi dari Universitas Warwick, Inggris).

    Lalu, apa bukti (dan pemecahan re-imagining sociology dalam paradigma TQZ) masalah sosiologi sampai ilmuwan sosial sendiri meragukannya?

    PARADIGMA (ilmu) sosial masih dalam tahap pre-paradigmatik, sebab pengetahuan mengenai manusia tidaklah semudah dalam ilmu alam (Thomas S. Kuhn).

    Ada cara sederhana untuk menjadi ilmuwan menemukan (masalah) penemuan (dan memecahkannya) di bidang apa pun, yaitu meneliti seluruh informasi yang ada di bidang itu sebelumnya dari lama hingga terbaru. (Sebuah cara yang mudah tetapi sangat susah bagi mereka yang tidak berminat atau malas). Mengenai informasi dari buku, menurut Isadore Gilbert Mudge, dari penggunaan buku dibagi dua, yaitu buku dimaksudkan untuk dibaca seluruhnya guna keterangan, dan buku yang dimaksudkan untuk ditengok atau dirujuk guna suatu butir keterangan pasti. Keduanya punya kelebihan masing-masing. Yang pertama luas menyeluruh, yang kedua dalam terbatas hal tertentu.

    Berkaitan menonjolkan kelebihan pertama, Dadang Supardan (2008: 3-4), menyusun buku Pengantar Ilmu Sosial (Sebuah Kajian Pendekatan Struktural), cetakan pertama, Januari 2008, yang mendapat inspirasi pemikiran ilmuwan sosial Jerome S. Bruner, bahwa mata pelajaran apa pun lebih mudah diajarkan (dan dipahami) secara efektif bila struktur (fakta, konsep, generalisasi, dan teori) disiplin ilmu seluruhnya dipelajari lebih dahulu, yaitu lebih komprehensif, mudah mengingat, mengajarkan, dan mengembangkannya.

    KLAIM sah paling umum dan efektif mengajukan paradigma baru adalah memecahkan masalah yang menyebabkan paradigma lama mengalami krisis (Thomas S. Kuhn).

    Lalu, apa hubungannya buku pengangan universitas yang baik ini dengan debat keraguan sosiologi?

    Dadang Supardan (2008:98), mengutip David Popenoe, menjelaskan jika ilmu sosiologi ingin tetap merupakan sebuah ilmu pengetahuan maka harus merupakan suatu ilmu pengetahuan yang jelas nyata (obvious). Dadang mengungkap, ahli sosiologi sering menyatakan bahwa mereka banyak menghabiskan uang untuk menemukan apa yang sebenarnya hampir semua orang telah mengetahuinya. Sosiologi dihadapkan dengan dunia masyarakat yang sebenarnya tidak begitu aneh, di mana orang-orang yang secara umum sudah akrab ataupun mengenal konsep-konsep yang diperkenalkan dalam bidang sosiologi. Sebaliknya, sebagai pembanding, dalam pokok kajian pada kelompok ilmu kealaman adalah sering berada di luar dunia dari pengalaman sehari-hari. Dalam menjawab permasalahan ilmu pengetahuan alam, temuan kajiannya memberikan ungkapan dalam bahasa dan simbol-simbol di mana kebanyakan orang hampir tidak memahaminya atau benar-benar dibawa dalam pengenalan konsep yang benar-benar baru.

    Lalu, inikah bukti kekurangan sosiologi sebagai ilmu pengetahuan? Ya (salah satunya).

    Sebenarnya sangat jelas lagi, masalah sosiologi ini sudah diungkap Dadang Supardan (2008: 4) sendiri di awal dengan mengutip Bruner pula. Menurut Bruner, terdapat tiga tahapan berpikir seorang pembelajar, yaitu enactive, iconic dan symbolic. Enactive terfokus pada ingatan, lalu iconic pola pikir tidak terbatas pada ruang dan waktu, tetapi seluruh informasi tertangkap karena adanya stimulan, kemudian tingkat symbolic, dapat dianalogikan masa operasi formal menurut Piaget. Dalam tahapan terakhir, siswa (dan siapapun – QZ) sudah mampu berpikir abstrak secara keilmuan pada tingkat yang dapat diandalkan, mengingat sudah mampu berpikir analisis, sintesis dan evaluatif.

    MENOLAK satu paradigma tanpa sekaligus menggantikannya dengan yang lain adalah menolak ilmu pengetahuan itu sendiri (Thomas S. Kuhn).

    Artinya, sosiologi yang dipelajari di sekolah dan universitas tanpa perangkat simbolik selama ini kadaluarsa dan hanya dapat disebut pengetahuan saja. Dan, untuk membuktikan kekurangan sosiologi tak perlu jauh-jauh (meski boleh agar nampak jelas) dengan ilmu kealaman, cukup dengan ilmu pengetahuan mantap masih golongan (ilmu) pengetahuan sosial juga yaitu ilmu ekonomi. Bukankah ilmu ekonomi dianggap ilmu (ratunya golongan ini) karena mencapai tingkat analogi simbolik bahasa ekonomi? (Karena itulah definisi ilmu pengetahuan dalam paradigma baru TQZ bukan kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur (sistematis), tetapi kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur (sistematis), membentuk kaitan terpadu dari kode (symbolic), satuan ukuran, struktur, teori dan hukum yang rasional untuk tujuan tertentu. Untuk ilmu pengetahuan sosial paradigma milenium ketiga telah saya tetapkan International Code of Nomenclature TQO Employee fungsinya Operation dengan kode O, TQC Supervisor (Control-C), TQS Manager (Service – S), TQI Senior Manager (Information – I) dan Director (Touch – T)).

    Jadi, para ilmuwan sosial, sebenarnya sudah tahu sosiologi yang dipegang selama ini tidak layak disebut sebagai ilmu pengetahuan, meski belum tahu pemecahannya. Lantas, apa pentingnya solusi re-imagining sociology sekarang? Sangat pasti, salah satu cara memahami masyarakat untuk mengatasi krisis dunia (negara, bangsa, daerah, organisasi, usaha dan pribadi) yang semakin kompleks dan buntu selama ini. Dan, bagi lembaga penelitian dan pendidikan baik organisasi dan pribadi harus proaktif berbenah. Adalah fatal dan picik mengajarkan (ilmu) pengetahuan yang (kalau) sudah diketahui kadaluarsa dan salah, di berbagai universitas dan sekolah. Dunia (di berbagai belahan) sudah berubah.

    KALAU teori saya terbukti benar, Jerman akan mengakui saya sebagai seorang Jerman dan Prancis menyatakan saya sebagai warga negara dunia. Tetapi kalau salah, Prancis akan menyebut saya seorang Jerman, dan Jerman menyatakan saya seorang Yahudi (Albert Einstein).

    BAGAIMANA strategi Anda?

    *) Qinimain Zain – Scientist & Strategist, tinggal di Banjarbaru – Kalsel, e-mail: tqz_strategist@yahoo.co.id (www.scientist-strategist.blogspot.com)

  5. thaNkZ,, aTas InFoNa……… aQ kBaNTu bGt,,, CoZ pR qU iNi SeH………!!!!!!!!!!!!

  6. Sama sama. saya senang sekali dapat membantu saudari.

  7. nicha kenalan donk

  8. eh ….. tolong kasiin contoh sosiologi pendidikan dong….

  9. iyo nnti z kasih

  10. sama z minta contohnya donk kirim mail ke indra_badbats@yahoo.co.id

  11. kakasofyan tratau apa-apa baru

  12. silahkan replay definisi sosiologi pendidikan selain definisi yang telah tesebut di atas untuk memperkaya referensi kita…..

  13. thanks infonya smoga amalnya tmbah bnyak.
    tolong minta info ttng:
    sosiologi pendidikan terhadap =
    1-etika sosial
    2-nilai sosial
    3-konflik sosial
    skali lg makasih bgt so’ tugas saya bnyk trbantu..

    wassalam

  14. terima kasih telah mampir di blog saya. saya akan mencari literatur yang terkait untuk kemudian saya publish di blog ini

  15. masalh sertifikasi guru dan dosen
    jangan main gelap-gelapan
    saya menganggap publik juga perlu tau
    siapa yang telah lolos sertifikasi
    jagan sampai

  16. untuk sertifikasi rayon 24 lihat di http://unm.ac.id/sertifikasi

  17. GOOD INFO

    KUEREN

    • Mohon maaf karena agak jarang update blog, tapi nanti saya akan secara khusus membuat blog untuk materi-materi pendidikan. Mohon doa dan dukungannya berupa saran-saran

  18. Coba kalau daftar pustakanya sesuai dengan isi ” buku yang dijadikan sumber ” dicantumkan semua kan lebih oke. trm perhatiannya

  19. coba daftar pustakanya dilampirkan semua kan lebih oky. dapat membantu teman yang lagi nyari bahan utk nulis / referensi karya ilmiah, trm ya atas perhatiannya

  20. you is the best sospend….
    ini sangat membantu…!!!!

  21. thank’s ats materinya kanda

  22. hai salam kenal ,
    bisa jelaskan tentang pengarub minat dan bakat seseorang terhadap studi di PT . ( tolong juga balas ke emai saya )
    terimakasih atas balasannya .

    • Ada bebrapa hal yang dapat mempengaruhi studi di perguruan tinggi yaitu MINAT, BAKAT, dan DANA. Kesemuanya saling mendukung dan harus menjadi pertimbangan dalam memilih perguruan tinggi yang tepat

  23. Aku sangat senang dengan pemaparan tentang sosiologi pendidikan yang ada beserta refensinya itu sangat bagus untuk pengetahuan kita tentang pendidikan itu sendiri

  24. lg dong uraian pnjelasnya ttg sosiologi pendidikan…
    thx…

    • Bagian mana yang belum jelas. Atau untuk lebih jelasnya,silahkan mengikuti kursus online sosiologi pendidikan di situs kami

      http://elearning.tekpend.com

  25. Asslm…trims bnyk ats ilmunya…sya jadi tidak bingung lagi bwt cari tugas….

    skli lagi trimaksh

  26. maksih bgt iia..anda sngat membantu saya…

    • sama-sama. salam kenal

  27. makasih atas artikelnyaaaaaa. ini sangat berguna sekali bagi saya!!!!!!!!!!!!!!!!!111

    • Terima kasih sudah berkunjung di blog saya. Salam Kenal

      • thanks to………..

  28. thanks….

    • sama-sama

  29. tolng di perbanyak perjelasan nya…..

  30. Trims paparannya. Saya mau tanya letak sosiologi pendidikan dalam sistem pendidikan kita apa? Tolong jawaban juga dikirim ke email saya. Lam kenal semuanya. Anams46@yahoo.Co.Id

    • Sosiologi pendidikan sangat diperlukan terutama bagi guru atau calon guru yang akan mengajar di sekolah. Bukankah sekolah dalah prototipe kehidupan sosial? Bukakah di sekolah terjadi interksi antara warga sekolah?

  31. [...] Download Definisi Sosiologi Pendidikan Posted in Pendidikan. Tags: defenisi sosiologi pendidikan, pengertian sosiologi pendidikan, sosiologi khusus, sosiologi umum. 37 Comments » [...]

  32. thanks buangeet sir, sangat membantu dalam perkuliahan

  33. ThX atas infox sya bsa bljar dan buat tgas

  34. Thanks,,q sngt bnyk kebantu.

  35. thanks infonya ya…lumayan untuk nambah2 tugas ni…
    I Wait your next post

    • OK

  36. terimakasih infonya, definisinya cukup bermanfaat ^^. http://annisaavianti.wordpress.com/ http://annisaa0833.student.ipb.ac.id/

    • Sama-sama. Semoga dapat bermanfaat bagi sesama.

  37. terima kasih :D ngebantu nyelesein tugas sosiologiku hehe

    • Ok. Sama-sama. Senang bisa membantu. Sering-sering mampir di blog saya saya…

  38. thanks bgt tas blog buat aku mudah amat cari tgs.undana kupang

    • @ eldis sumanti

      Sama-sama. senang bisa membantu

  39. http://www.forumpendidikanindonesia.com Aku menemukannya di forum ini. Sapa tau membantu temen2 :)

  40. terima kasih bantuin nambah referensi perkuliahanku

    • @ Muslim. terim akasih sudah mampir

  41. maksih infonya sangat bermanfaat,,tapi agak mash bingung, apa masih ada teori yang lain

  42. saya ingin tahu lebih jelas tentang sosiologi pendidikan,untuk lebih paham apa contoh dari sosiologi pendidikan gan???
    makasih

  43. mantab gan artikelnya .. terimakasih banyak

  44. trimakasih banget lhoo yaa bwt infonya.. ini sangat membantu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 37 other followers

%d bloggers like this: