• Kategori

  • Bahan Penyerta

    Bahan penyerta merupakan suplemen panduan bagi guru dan siswa dalam menggunakan media agar lebih optimal. Saat ini bahan penyerta sering digunakan oleh pustekkom melalui program Televisi Edukasi. Bahan penyerta dapat berupa buku, modul, atau hand out. Isi minimal bahan penyerta adalah identitas , aktivitas, dan pendalaman.

    • Identitas dapat berupa judul, standar kompetensi, kompetensi dasar, indicator, dan tujuan.
    • Aktivitas berupa bentuk kegiatan yang harus siswa lakukan, misalnya mendengarkan, mencatat point-point penting, menyaksikan untuk media video. Untuk media yang berbentuk software, aktivitas dapat berupa langkah-langkah penggunaan software tersebut. Pada dasarnya aktivitas terbagi atas tiga bagian, yakni aktivitas sebelum menggunakan program, aktivitas dalam menggunakan program, dan aktivitas setelah menggunakan program.
    • Pendalaman, dapat berupa latihan atau evaluasi terkait dengan isi materi yang disampaikan melalui media tersebut. Pendalaman digunakan untuk mengetahui ketercapaian proses pembelajaran.

    Selamat Hari Raya Idul Adha 1430 H

    Allahu Akbar Allahu Akbar Laa ilaha illallaha, wa Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamdu.

    “Artinya : Allah Maha Besar Allah Maha Besar, Tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah, Allah Maha Besar Allah Maha Besar dan untuk Allah segala pujian”. [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah 2/168 dengan isnad yang shahih]

    Pelatihan Penulisan Bahan Ajar Pustekkom

    Hartoto -  Tidak terduga, saya bisa kembali bertemu dengan guru-guru SMA unggulan di Makassar dalam Pelatihan Penulisan Bahan Ajar Jarak Pembelajaran Jarak Jauh (elearning) di Balai Tekkom Dinas tingkat 1 Sul-sel. melalui pelatihan ini, kami diajarkan bagaimana membuat bahan penyerta untuk program elearning yang akan diterapkan di Sul-Sel.

    Saya harus bekerja ekstra karena dituntut menyiapkan 6 bahan penyerta dari dua mata pelajaran, yakni TIK dan FISIKA. Mudah-mudahan tugas tyersebut dapat saya selesaikan sebelum tanggal 30 November 2009.

    Seminar Balitbangda di Hotel Singgasana Makassar

    Hartoto – Senin, 24 November 2009, saya diminta oleh Umar Ibsal (juara II lomba karya tulis balitbangda Sul-Sel 2009) untuk mendampingi beliau presentasi karya tulisnya di hadapan pejabat-pejabat penting di Sulawesi Selatan. Karya tulis beliau adalah Ujian Nasional (UN) Online sebagai Model baru Ujian Nasional. Beliau berkompetisi dengan para doktor dan professor, sungguh kompetisi yang menegangkan.

    Sebagai orang yang menulis prototype program UN online tersebut, saya merasa bersyukur. Akhirnya buah kerja keras saya dapat di apresiasi. Mudah-mudahan UN online ini benar-benar dapat diterapkan.

    Kurikulum Anti Korupsi

    Hartoto – Indonesia saat ini sementara terpuruk dengan maraknya kasus korupsi yang muncul ke permukaan. Kita baru tersadar, budaya korup telah mendarah daging di bangsa ini. Dan upaya untuk memberantas bahaya laten korupsi adalah menjadi tanggung jawab kita semua. Nah pendidikan harusnya menjadi garda terdepan dalam mengantisipasi kanker korupsi ini agar tidak menular pada generasi kita. Olehnya itu, patutlah diperhitungkan agar Anti Korupsi ini di masukkan ke dalam kurikulum kita. Yah.. kurikulum anti korupsi. Salah satu bentuk teknisnya adalah memasukkannya ke dalam mata pelajaran di sekolah-sekolah. Baik secara integral dengan mata pelajaran yang ada, maupun secara terpisah dalam wujud kurikulum muatan lokal. Ini akan memberikan kontribusi bagi perbaikan moral bangsa kita ke depan….